Fashion Bolahita

Timnas Indonesia

Kisah 90 Menit Lain Dari Timnas U-18

Pasang Iklan Disini
admin Senin, 12 Agustus 2019 13:00 WIB
PSSI
Fakhri Husaini dan pasukannya yang beragama Islam, berangkat dari Becamex Hotel, New City, Binh Duong, Vietnam pukul 06.30 dan baru tiba di Masjid Musulmane Kota Ho Chi Minh yang jaraknya kurang lebih 38 kilometer itu pada pukul 08.00 pagi
Pesan Tulang Bolahita
BOLAHITA, JAKARTA - Bagi suatu tim sepak bola, waktu 90 menit di atas lapangan sudah sering dilakoni. Namun ada cerita 90 menit lain. Ya, itu dirasakan oleh Tim Nasional Indonesia U-18 saat harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam dari Provinsi Binh Duong untuk menjalankan ibadah Shalat Idul Adha di satu-satunya masjid yang hanya ada di Ho Chi Minh, Vietnam.

Fakhri Husaini dan pasukannya yang beragama Islam, berangkat dari Becamex Hotel, New City, Binh Duong, Vietnam pukul 06.30 dan baru tiba di Masjid Musulmane Kota Ho Chi Minh yang jaraknya kurang lebih 38 kilometer itu pada pukul 08.00 pagi. Sementara waktu solat Idul Adha di masjid itu berada di pukul 08.30.

Berada jauh dari rumah dan sanak keluarga, tak membuat para pemain berkecil hati. Selain karena saat ini teknologi sudah mendukung, dengan adanya video call dimana kita bisa menelepon sekaligus dapat melihat gambar masing-masing, suasana disini juga tidak ayal seperti di Indonesia.

“Saya senang bisa bersilahturahim dengan orang-orang muslim disini, selain itu banyak juga bertemu dengan warga Indonesia. Suasananya tidak terlalu berbeda dengan di tanah air,” kata Beckham Putra Nugraha.

Beckham mengaku senang bisa melaksanakan ibadah shalat Idul Adha di Vietnam, karena dirinya bisa bertemu dengan saudara seiman dari berbagai negara dan ras di dunia. Ini merupakan kali keduanya shalat Idul Adha di luar negeri, sebelumnya pernah dia rasakan saat berada di Malaysia beberap tahun silam.

Pemain bernomor punggung 7 itu menyempatkan waktu untuk menghubungi keluarganya di Indonesia untuk sekedar berbagi kabar dan saling mendoakan di hari raya qurban ini. “Tadi saya mengabari mereka, meminta doa agar semuanya berjalan lancar disini. Apalagi kebetulan bertepatan dengan hari ini,” katanya.

Berbeda dengan Beckham, Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi menceritakan pengalamannya menjalani Idul Adha pertamanya di luar negeri. Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di luar negeri, namun dirinya tak merasa canggung, karena suasana ibadahnya mirip seperti di Indonesia.

“Yang membedakan sepertinya disini tidak ada hewan kurbannya. Kalau di Indonesia ada, disini saya tidak melihatnya satu pun. Kalau suasana masih terasa mirip di rumah,” jelasnya.

Dia juga tak lupa menghubungi keluarganya di Indonesia. Dari situ, orang tuanya menyampaikan satu pesan baginya dan juga saudara kembarnya, Amiruddin Bagus.

“Kalau misalnya sedang tanding, Bapak di rumah selalu berpesan supaya kami fokus saja, tidak perlu memikirkan yang di rumah, semua baik-baik saja. Itu yang selalu ditekankan Bapak kepada kami kala sedang mengabdi untuk negara,” tutupnya.

Toko Sport Terlengkap Termurah di Kota Medan
T#gs PSSITimnas U-18Timnas U 18bolahitabolahita.idbolahita idbolahita.idbolahita idtimnas indonesia
BOLAHITA for the future
Bolahita Fashion
Pasang Iklan Disini
Komentar