• Home
  • BOLAHITA
  • Kenang Parlin Siagian. Tumsila : Cerita Gelar Juara

PSMS Medan

Kenang Parlin Siagian. Tumsila : Cerita Gelar Juara

AJP Selasa, 17 November 2020 10:09 WIB
BOLAHITA / ISTIMEWA
Foto kenangan Tumsila bersama Parlin Siagian dan Nobon Kayamuddin

BOLAHITA, MEDAN - PSMS Medan kehilangan satu lagi pemain legendanya setelah Parlin Siagian menghembuskan nafas terakhir, Senin (16/11/2020) siang.

Parlin Siagian satu dari tiga legenda PSMS pada era emas perserikatan yang selama ini masih aktif di PSMS. Dua lainnya yang masih tersisa adalah Nobon Kayamuddin dan Tumsila. Selama ini, ketiganya diplot sebagai penasehat teknik klub.

Kehilangan Parlin membawa duka tersendiri bagi Tumsila. Ya, striker dengan julukan Si Kepala Emas itu kerap bersama-sama dengan Parlin sejak awal merintis sepak bola.

Sebelum ke PSMS, mereak mengawali karir di klub Medan Putra lalu Perisai dan ketemu lagi di PSMS. Bahkan, mereka bekerja di kantor yang sama di Dinas Perpajakan.

"Dia sama saya beda beberapa tahun. Dia (Parlin) main di PSMS tahun 1972, saya 1967. Kami sering bersama dari awal, satu klub di Medan Putra, satu klub di Perisai, satu kantor juga, dan satu tim di PSMS. Makanya walau sudah enggak jadi pemain, kami sering ketemu," ujar Tumsila saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

Bagi Tumsila, Parlin adalah pemain yang selalu 100 persen untuk PSMS. "Kalau membela PSMS dia itu mati-matian, serius di lapangan dia," sebutnya.

Saking sering bersama, Tumsila mengaku sangat klop dengan Parlin. Bahkan di lapangan, keduanya sudah tahu apa yang dibutuhkan satu sama lain. Bahkan, Tumsila mengakui sebagian besar gol yang dicetaknya dari umpan Parlin. "Saya bikin gol dari umpan-umpan dia. Hampir semua gol saya dari dia. Saya tahu maunya dia, dia tahu maunya saya, kita sudah klop," jelasnya.

Satu kenangan yang sulit dilupakan Tumsila sepanjang karirnya di sepak bola bersama Parlin adalah pada tahun 1972. Saat itu, keduanya membela PSMS di ajang Soeharto Cup di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Dimana PSMS masuk empat besar, bersama tiga klub kuat lainnya yaitu Persija, Persebaya dan PSM Makassar. "Satu gol yang saya buat di ajang itu tidak akan saya lupakan, dan itu umpan dari Parlin," tegasnya.

Tumsila menceritakan pada laga penentuan, PSMS menghadapi Persebaya. Jika kalah waktu itu, maka yang akan jadi juara Persija. Pertandingan berjalan sengit sejak awal, meski Persebaya tidak ada peluang juara.

"Saat babak pertama kita kebobolan lebih dulu 0-1. Lalu kita bisa balas jadi 1-1. Dan tak lama kita kebobolan lagi jadi 1-2. Saat itu, bendera Persija berkibar di stadion pertanda mereka akan juara. Tapi kita berhasil menyamakan lewat gol almarhum Wibisono jadi 2-2. Babak kedua kita ketinggalan lagi 2-3," kenangnya.

Dan, momen emas yang sulit dilupakan Tumsila adalah 15 menit sebelum pertandingan akhir. Dia melihat Parlin berlari dari kiri lalu melewati empat pemain lawan. "Saya lihat pergerakannya, lalu saya maju ke mulut gawang lawan. Parlin langsung tahu posisi saya, dia kasih operan ke saya dan saya langsung buat gol. Pertandingan lagi 3-3. Dan kita tidak jadi kalah, kita langsung juara. Karena kita seri sudah juara, tapi kalau kalah Persija yang juara. Itulah PSMS juara Soeharto Cup pertama," tuturnya.

Kenangan itu sulit baginya dilupakan. "Kenang-kenangan buat saya. Gol yang tidak bisa saya lupakan dari umpan Parlin. Parlin itu gigih, kalau bola sudah sama dia, susah lawan merebut dari kakinya. Dia bawa bola bagus. Dia bisa melewati dua sampai tiga pemain. Bawa bola bagus," sebutnya.

"Dia sebagai pemain memiliki fanatisme yang tinggi terhadap PSMS. Serius dan enggak pernah takut. Karena kita anak Medan. Semoga apa yang ada di Parlin selama jadi pemain bisa dicontoh pemain muda sekarang, bagaimana gigihnya dia, semangatnya dia, di lapangan selalu 100 persen," jelasnya.

Tumsila juga mengakui saat mendengar kabar meninggalnya Parlin sangat kaget. Pasalnya, dua bulan ini, Tumsila tidak fit dan harus menjalani perawatan. Namun, Parlin diketahuinya selalu menanyakan kabarnya. "Biasanya kami ke Kebun Bunga atau Askot PSSI Medan. Tapi belakangan ini saya sakit, saya tahu dia menanyakan saya ke abang saya. Makanya saya kaget, saya kehilangan dia (Parlin). Saya turut berduka," pungkasnya.

T#gs Mulyadi SimatupangPSSIPT Liga Indonesia BaruParlin SiagianParlin Siagian Legenda PSMSParlin Siagian Meninggal DuniaRap Rap Attitudeayam kinantanbolahitapsms
Komentar