• Home
  • BOLAHITA
  • Lawan Bermain 10 Pemain. Skuat Bertabur Bintang, PSMS Tak Mampu Menang

PSMS Medan

Lawan Bermain 10 Pemain. Skuat Bertabur Bintang, PSMS Tak Mampu Menang

AJP Kamis, 17 September 2020 11:46 WIB
BOLAHITA / ABDI PANJAITAN
Mulyadi Simatupang, Gomes De Oliviera dan Julius Raja berdiri di pinggir lapangan Stadion Teladan sesaat sebelum uji coba berlangsung

BOLAHITA, MEDAN - Situasi yang sama dialami PSMS Medan dalam uji coba, yaitu menghadapi lawan yang bermain dengan 10 pemain dan tak mampu menang.

Pertama dengan PSAD Kodam I Bukit Barisan. Dalam laga uji coba perdana itu, PSMS yang unggul 2-0 lebih dahulu tak mampu mempertahankannya. Skor akhir menjadi 2-2 dalam laga yang berlangsung di Stadion Teladan.

Teranyar, saat bermain dengan Rendom FC. Justru kali ini PSMS Medan menelan kekalahan. Secara mengejutkan takluk 0-1 dari tim amatir Random FC pada laga uji coba yang digelar di stadion teladan Medan , Rabu (16/9/2020) malam.

Tim besutan Philep Hansen ini gagal mendulang gol bahkan saat random FC bermain dengan 10 pemain di pertengahan babak kedua. Kekalahan perdana PSMS musim ini diraih persis sehari setelah direktur teknik (dirtek) baru PSMS, Mario Gomes dr Oliviera tiba di Medan.

Ferdinand Sinaga dkk sebenarnya tampil menyerang sejak peluit tanda pertandingan dibunyikan. Namun serangan yang dilancarkan tak satupun berbuah gol. Sejumlah peluang yang sempat didapat Ferdinand, Rachmad, dan Sagara masih gagal merobek jala Random FC di babak pertama. Skor pun berakhir kacamata alias 0-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, permainan PSMS justru menurun. Skuat Random FC yang dibesut mantan pelatih PSDS Deliserdang Dosman Sagala mulai mampu mengimbangi tensi permainan Paulo Cs.

Serangan-serangan yang dibangun PSMS pun berhasil dimentahkan anak-anak Random FC. Bahkan keasyikan menyerang, PSMS justru kecolongan. Gol random FC lahir melalui kaki pemain depannya M Irsan pada menit ke-52.

Random FC yang membangun serangan dari sektor bawah berhasil menembus lini tengah PSMS. Para pemain tengah Random bahkan mampu mengalirkan bola dari sisi kiri hingga mampu membuat lini belakang PSMS yang digawangi Afiful, Agung, Ramadhani dan Syaiful Ramadhan kelabakan. Hasilnya dari sebuah serangan dari sisi kiri, pemain Random FC M Irsan yang berdiri bebas tak terkawal di depan gawang berhasil menerima sodoran umpan dari Purnomo. Setelah menerima umpan, pemain nomor punggung 14 itu dengan mudah menceploskan si kulit bundar ke jala PSMS yang dikawal Herlian Arif.

Tertinggal satu angka, Philep melakukan sejumlah pergantian. Ferdinand, Sagara, Nabar, dan Paulo ditarik keluar dan digantikan Azka, Ari Hermawan, Risky, dan Sutanto Tan.

Namun perubahan itu tak berdampak banyak bagi skuat PSMS. PSMS juga gagal mendulang gol bahkan ketika Random FC bermain dengan 10 pemain setelah salah seorang penggawanya diusir wasit karena melakukan protes keras. Pada masa injury time PSMS bahkan harus kehilangan Herlian yang terpaksa maju keluar kotak 16 untuk menghalangi lawan. Herlian pun terpaksa melakukan pelanggaran dan dihadiahi kartu merah.

Hingga peluit akhir skor tak berubah, PSMS tetap tak mampu membalas dan harus rela takluk 0-1.

Sementara itu, usai laga Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang menyaksikan laga itu langsung turun dari bangku VVIP dan menuju ke arah pintu keluar stadion. Edy pun tak ada memberikan pernyataan apapun atas kekalahan itu.

Begitu juga dengan manajemen PSMS juga terlihat enggan memberi pernyataan usai laga. Sejumlah Awak media menunggu tak lagi menjumpai manajer PSMS Mulyadi Simatupang, Sekretaris Julius Raja, maupun dirtek baru Gomes dr Oliviera.

Terpisah pelatih Random FC yang diwawancara usai laga mengatakan kemenagan anak asuhnya karena daya juan. Ia pun mengapresiasi semangat para pemainnya.

"Mereka ini pemain yang gak terpilih dimana-mana. Tapi Karena semangat juang mereka ini bisa menang. Itu saja motivasinya," kata Dosman.

T#gs Gomes De OlivieraGomes de Oliviera Direktur Teknik PSMS MedanLegimin RahardjoMulyadi SimatupangPSMS MedanPSSIPersebaya SurabayaPhilep Hansen pelatih PSMSRap Rap Attitudeayam kinantanbolahitaedy rahmayadi
Komentar