• Home
  • BOLAHITA
  • Liga tak Jelas, Manajemen Rapat Hingga Bertemu Edy Rahmayadi, Ini Hasilnya

PSMS Medan

Liga tak Jelas, Manajemen Rapat Hingga Bertemu Edy Rahmayadi, Ini Hasilnya

RIDHO Selasa, 20 Oktober 2020 10:43 WIB
BOLAHITA / ABDI PANJAITAN
Manajemen PSMS Medan

BOLAHITA, MEDAN - Manajemen PSMS kembali menggelar pertemuan internal dengan tim pelatih dan para penggawa skuat Ayam Kinantan di komplek Stadion Kebun Bunga, Senin (19/10/2020) petang.

Manajer PSMS , Mulyadi Simatupang mengatakan pertemuan ini kembali dilakukan setelah manajemen bersama perwakilan pelatih dan pemain bertemu dengan pembina yang juga Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Senin sore.

Sebelumnya pertemuan yang membahas seputar perkembangan isu kompetisi saat ini termasuk belum adanya kepastian kapan kompetisi liga 2 akan bergulir musim ini juga dilakukan pada pagi harinya.

"Jadi tadi pagi manajemen bersama pemain, tim pelatih dan turut dihadiri pelatih kepala Gomes Oliveira rapat dua arah. Dari rapat pagi semua opsi kami bawa ke pemilik klub atau pembina dalam hal ini bapak Gubsu Edy Rahmayadi. Kami bertemu pak Edy sekitar jam 4 setelah Ashar," ujar Mulyadi saat ditemui usai rapat.

Mulyadi menjelaskan, dalam pertemuan dengan Gubsu, selain dihadiri manajemen PSMS, juga turut penasihat teknis dan perwakilan pemain yakni Legimin Raharjo dan Ferdinand Sinaga. Dari pertemuan debgan Edy Rahmayadi itu, dihasilkan 5 poin keputusan dari opsi yang dibahas sebelumnya.

Pertama, PSMS tetap melakukan latihan, tetapi hingga tanggal 1 November, latihannya diubah jadi seminggu tiga kali.

Kedua, bagi para pemain yang berdomisili di luar Medan diperbolehkan pulang. Dengan syarat tetap mengadakan latihan masing-masing dan tanggal 1 November sudah harus kembali ke Medan.

Bagi pemain luar kota yang tidak pulang, tetap mengikuti latihan seminggu tiga kali hingga 1 November dan boleh berada di mess PSMS.

Ketiga pertemuan itu disepakati bahwa gaji pemain PSMS akan dibayarkan 40 persen, dimana 25 persen sesuai regulasi PSSI dan 15 persen kebijakan manajemen PSMS.

Poin keempat, disepakati bahwa biaya transportasi pemain PSMS yang ingin pulang ke kampung halaman hingga 31 Oktober menjadi tanggung jawab pemain itu sendiri.

Poin kelima, PSMS akan memperpanjang kontrak pemain.

"Latihan jadi hari Senin, Rabu, Jumat dan hanya sore hari. Kalau gaji kita buat 40 persen. Sedangkan transport pemain yang ingin pulang dalam rentang hingga 31 Oktober jadi tanggungjawab pemain," kata Kadiskanla Pemprov Sumut ini.

Seperti diketahui, ketidakpastian kapan bergulirnya kompetisi liga 2 akibat tak adanya izin keramaian dari Polri membuat manajemen klub PSMS harus bijak mengambil sikap dan keputusan.

Sekretaris umum PSMS, Julius Raja mengatakan selain harus menekan pengeluaran akibat penundaan, pihaknya juga tak ingin membubarkan skuat berjuluk Ayam Kinantan itu.

Maka dari itu, jika liga terus tertunda hingga akhir tahun, Manajemen harus mempunyai kebijakan yang tepat agar bisa persiapan selama ini gak sia-sia.

"Kan belum jelas Liga. Yang jelas bulan Januari selesai Pilkada, cuma pun bulan 1 belum jelas kapan, kan gitu. Kondisi begini bisa tiga bulan ini ditunda. Sampai Januari," kata Julius.

T#gs Extraordinary Shopee Liga 1 2020Legimin RahardjoPSMS MedanRap Rap Attitudeayam kinantanbolahitapsms
Komentar