• Home
  • BOLAHITA
  • Medan Utama Lolos ke Babak Pendahuluan Dua Nasional

Liga 3 Indonesia

Medan Utama Lolos ke Babak Pendahuluan Dua Nasional

Kalahkan Batang Anai FC 4-2 di Stadion Mini USU
admin Minggu, 21 Oktober 2018 08:00 WIB
bolahita
Zefrizal, menilai, modal hasil seri di leg pertama menjadi acuannya meracik strategi yang menargetkan kemenangan
BOLAHITA, MEDAN - Klub sepak bola Liga 3 asal Sumatera Utara, Medan Utama FC melaju ke babak pendahuluan dua nasional Liga 3 Indonesia. Usai menekuk tamunya Batang Anai FC dengan skor 4-2 di Stadion Mini USU, Sabtu (20/10/2018) sore tadi.

Empat gol Medan Utama dilesakkan lewat hat-trick Faisal Ramadoni (PG menit 10, 26, 49), Muhammad Uday (menit 84), sedangkan, dua gol Batang Anai diciptakan kapten Randy Chandra (menit 71 dan M Jeri (menit 76).

Pelatih Medan Utama FC, Zefrizal, menilai, modal hasil seri di leg pertama menjadi acuannya meracik strategi untuk tim asuhannya memaksimalkan performa timnya yang menargetkan kemenangan.

"Ada pertemuan, ada obrolan panjang lebar dengan tim bagaimana kita mengaplikasikan hasil seri yang lalu untuk pertandingan ini. Kita tetap main open play (bermain terbuka) dan harapan terjawab. Saya akui lawan bagus, tapi udah tahu bagaimana mereka bermain sehingga kita bisa buat gol lebih dulu," ujar Zefrizal usai pertandingan didampingi kapten, Haris Abdiansyah Nasution.

Unggul satu gol, menurutnya membuat semangat pemain semakin tinggi untuk mencetak gol-gol berikutnya, kendati sempat lengah di pertengahan babak kedua dan berujung terciptanya dua gol lawan.

"Terciptanya gol pertama membuat pemain semakin semangat bermain. Kami apresiasi kerja keras mereka," ucapnya.

Sementara itu, Harus Abdiansyah menyatakan, kunci kemenangan timnya lantaran bisa menerjemahkan apa uang diinginkan pelatih. "instruksi pelatih dilaksanakan dengan baik sehingga bisa membawa kemenangan," ucapnya.

Tim tamu, Batang Anai FC menilai, wasit yang memimpin pertandingan, Abdullah menjadi biang kerok kekalahan tim besutan pelatih Aminuddin itu. Manajer Batang Anai, Suhatri Bur menyebut, hadiah penalti yang diberikan kepada tim tuan rumah meruntuhkan semangat wakil Sumatera Barat itu.

'Awal pertandingan dikasih penalti. Runtuh mental pemain. Apa lagi kami menginstruksikan pemain bermain lepas. PSSI perlu reformasi perwasitan, karena hal seperti ini menjadi momok menakutkan bagi tim," ucapnya.

Senada, Aminuddin menilai wasit sangat terburu-buru menyatakan pelanggaran terhadap pemain Batang Anai. Berbeda ketika pemain tuan rumah yang melakukan pelanggaran. "Kami melihat di sisi permainan kedua tim sama. tapi keberuntungan, namanya tuan rumah ada keberpihakan kepada pemain," ucapnya.

Menjawab itu, Zefrizal menilai kepemimpinan wasit cukup adil. Dia meminta tim tamu tidak lantas mengkritik wasit atas kekalahan tersebut. "Wasit fair, tidak ada berpihak. Waktu main di leg pertama, kamu juga mendapatkan perlakuan tidak adil, tapi kami tidak menyalahkan wasit. Perlakuan mereka (Batang Anai) saat kami ke sana juga parah, tidak dijamu dengan baik. Harusnya kita bisa evaluasi kinerja kita," ucapnya.

Di sisi lain, menghadapi babak pendahuluan dua nasional Liga 3 mendatang, sejumlah evaluasi akan dilakukan, termasuk melakukan penambahan amunisi jika masih diperkenankan. "Kalau menambah pemain, kami belum tahu bisa atau tidaknya. Kalau bisa, memang akan ada penambahan. Di tiga lini (belakang, tengah dan depan) masih ada kekurangan," pungkasnya.
T#gs Legimin RahardjoLiga 2Liga IndonesiaMedan Utama FCMedan Utama FCPSMS MedanPSMS U-16PSMS U 16PSSIPT Liga Indonesia BaruRap Rap Attitudeayam kinantanbolahitabolahita.idbolahita idbolahita.idbolahita idedy rahmayadiliga 1liga 3medanpsmsstadion teladansumatera utara
Komentar