• Home
  • BOLAHITA
  • PSMS Berniat Bayar 25 Persen Gaji, Muncul Sinyal Penolakan

PSMS Medan

PSMS Berniat Bayar 25 Persen Gaji, Muncul Sinyal Penolakan

admin Rabu, 01 Juli 2020 08:15 WIB
BOLAHITA / ABDI PANJAITAN
Julius Raja kiri dan Mulyadi Simatupang(kanan)

BOLAHITA, MEDAN - Rencana pembayaran gaji bulan Juli sampai dengan September 2020 sesuai regulasi gaji yang dikeluarkan PSSI, seperti yang disampaikan pengurus PSMS Medan mendapat penolakan dari pemain.

Kapten utama PSMS Medan di tahun 2020, Syaiful Ramadhan buka suara. Terkait manajemen PSMS yang berwacana tetap akan menerapkan gaji pemain, pelatih serta ofisial tim dengan besaran maksimal 25 persen untuk gaji bulan Juli sampai September mendatang. "Saya kurang setuju akan wacana itu. Sebab isi dari SK baru PSSI itu hanya menyebutkan negosiasi ulang kontrak sebulan sebelum liga resmi digulir kembali," ujar Syaiful Ramadhan.

"Jika liga bergulir Oktober, artinya untuk diterapkan negosiasi ulang kontrak 60 persen itu di bulan September. SK baru itu tidak menjelaskan soal gaji untuk Juli dan Agustus," ucap Syaiful Ramadhan.

Lihat postingan ini di Instagram

Otomatis sinyal langsung 4G " . Stay Home Stay Safe . Oleh Anti Basi Medanesia Jangan Tinggalkan Medan Tanpa BK 0 TAN Oleh-Oleh koTa medAN @bk_0_tan Selling Roasted Beans Ground Coffee Green Beans with high quality @senncoin Mau bikin jersey timmu? Di zeals aja, brand olahraga asli kota Medan dengan kualitas terdepan @zealssport Bumbu Rempah Asli Nusantara. Open Order At Bebek Pari Kitchen @bebekpari Sport Store Original @pandaramansport . #stayhomewithbolahita #psmsbukanpunyauwak #bolahita #fotohita #videohita #psms #bolasumut #bolaindonesia #raprapattitude #ribaksude #raprap #tulangbolahita #horasindonesia #psmsforthefuture #bolahitaforthefuture #covıd19 #viruscorona #dirumahaja

Sebuah kiriman dibagikan oleh BOLAHITA (@bolahita) pada


Karena tak menjelaskan penggajian untuk Juli dan Agustus tersebut, kata Syaiful, seharusnya manajemen tidak langsung menetapkan 25 persen gaji untuk Juli hingga September tersebut. Apalagi, lanjut Syaiful, manajemen PSMS telah mewacanakan akan mengaktifkan kembali latihan tim dengan kekuatan penuh semua pemain berkumpul di Medan pada Juli mendatang, termasuk pemain-pemain yang berada di Jawa dan daerah Indonesia Timur sana.

"Jika memang Juli dan Agustus merupakan kebijakan dari manajemen klub soal gaji, ya kami sebagai pemain berharap jangan lagi angka 25 persen. Bahkan kabarnya September juga mau terapkan 25 persen juga. Tentu sudah jauh sama SK baru PSSI itu (negosiasi ulang kontrak)," ujar Syaiful Ramadhan.

"Apalagi PSMS kan sudah persiapan dan telah menggelar latihan tim. Harusnya beda dong gaji Juli dan Agustus ini dengan gaji selama force majeure meski gak ada latihan. Terlebih SK lama soal gaji 25 persen itu sudah berakhir di bulan Juni, gak bisa lagi diterapkan untuk gaji Juli dan Agustus," Syaiful Ramdhan.

Syaiful cukup memahami kondisi sulit klub selama pandemi Covid-19. Namun menurutnya juga kurang etis andai manajemen PSMS tetap menerapkan gaji 25 persen untuk Juli dan Agustus, di mana manajemen PSMS sudah mengumpulkan pemain untuk persiapan Liga 2.

"Namun alangkah eloknya sebelum ditetapkan oleh manajemen untuk gaji Juli dan Agustus ini, minimal manajemen dan pemain duduk bersama dulu untuk musyawarah mufakat, agar-agar kedua belah pihak sama-sama tidak ada dirugikan. Apalagi sepak bola ini hanya satu-satunya mata pencaharian kami untuk menafkahi keluarga," pungkasnya.

T#gs Kisruh PSMSMulyadi SimatupangPSMS KisruhPSMS Lakukan Rapid TestPSMS MedanPSSIPT Liga Indonesia BaruRap Rap Attitudeayam kinantanbolahitapsms
Komentar