PSMS Tak Kaku Soal Pembayaran 25 Persen Gaji

AJP Rabu, 01 April 2020 13:16 WIB
BOLAHITA / ABDI PANJAITAN
Mensiasati hal tersebut, PSMS mengambil keputusan tidak menerapkan kebijakan 25 persen kepada para pemain bergaji rendah alias disesuaikan

BOLAHITA, MEDAN - PSSI telah mengeluarkan surat edaran terkait pembayaran gaji pemain sebesar 25 persen selama masa force majeur di bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020. PSSI juga sekaligus memperkenankan manajemen klub melakukan perubahan kontrak.

PSMS Medan mengakui mengikuti keputusan PSSI terkait pembayaran 25 persen gaji. Namun, manajemenn klub berjuluk Ayam Kinantan ini tak mau kaku soal angka tersebut. Terlebih bagi pemain yang memiliki nilai kontrak kecil.

"Jadi internal manajemen sudah membahas hal ini. Intinya kami setuju dengan PSSI soal angka 25 persen," kata Julius Raja, Sekertaris PSMS Medan.

"Contohnya ada seorang pemain yang gajinya cuma Rp7 juta sebulan, berarti kalau dibayar 25 persen hanya sekitar Rp 1,7 juta. Tentu nominal segitu tidak manusiawi," ucap Julius Raja.

Mensiasati hal tersebut, PSMS mengambil keputusan tidak menerapkan kebijakan 25 persen kepada para pemain bergaji rendah alias disesuaikan.

"Kalau gajinya besar dan dinilai sudah mencukupi, ya kami ikuti dari yang PSSI. Tapi kalau yang rendah seperti kami bilang tadi, manajemen tentunya berpikir ulang karena rasa kemanusiaan juga," ujar Julius Raja.

"Artinya di sini manajemen tidak kaku soal kebijakan 25 persen itu. Sebab gajinya yang rendah juga memiliki keluarga untuk dinafkahi. PSMS Medan mencoba kooperatif supaya para pemain ini ke depannya semakin loyal kepada tim," pungkas Julius Raja.

Toko Sport Terlengkap Termurah di Kota Medan
T#gs Asprov PSSI SumutMulyadi SimatupangPSMS MedanPSSIRap Rap AttitudeVirus CoronaVirus Corona Serang Sepakbolaaskot pssi medanayam kinantanbolahitapsmsstadion teladan
BOLAHITA for the future
Komentar