• Home
  • BOLAHITA
  • Seperti Kutukan. Kisruh Kepengurusan PSMS Selalu Muncul

PSMS Medan

Seperti Kutukan. Kisruh Kepengurusan PSMS Selalu Muncul

AJP Sabtu, 04 Juli 2020 14:42 WIB
BOLAHITA / ISTIMEWA
Dialog Smeck Hooligan dengan mantan PSMS yang hadir dalam acara di Cafe Wali

BOLAHITA, MEDAN - PSMS Medan seperti tak pernah lepas dari kutukan, kisruh kepengurusan. Ya disaat Pandemi Covid-19 ini, kisruh kembali mencuat.

Ini setelah sebelumnya pengurus PSMS hasil RAB melakukan ramah tamah di Cafe Wali Jalan STM Medan, Sabtu (4/7/2020). Kegiatan tersebut turut dihadiri beberapa mantan pemain PSMS seperti Abdul Rahman Gurning, Badia Raja Manurung, Yongky Haurissa, Bangga Gultom dan lainnya. Pengurus PSMS hasil RAB pilihan klub anggota PSMS menunjuk Adi Saputra sebagai ketua umum pada 26 Januari lalu.

Dan acara tersebut didatangni masa ratusan suporter PSMS yang melakukan aksi protes menolak dualisme dalam klub kebanggaan mereka, yakni PSMS. Aksi dilakukan di depan para pengurus PSMS hasil RAB di Cafe Wali Medan, Sabtu (4/7/2020).

Suporter yang tergabung dalam Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan itu menyerukan bahwa siap melawan pihak-pihak yang menciptakan kisruh di PSMS. Pihaknya hanya mengakui PSMS yang diakui PSSI dan LIB yang bermarkas di Kebun Bunga dan saat ini bermain di Liga 2.

"Kami mengecam adanya dualisme di tubuh PSMS dari segi tim maupun kepengurusan. Kami mengecam pihak yang ingin menciptakan konflik dengan mengadakan rapat ilegal. Kami SMeCK hanya mengakui manajemen yang dianggap sah oleh PSSI dan LIB. Jangan usik PSMS! Kami SMeCK siap jadi lawannya," ucap Ketum SMeCK Hooligan Lawrent Simorangkir.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua PSMS hasil RAB Adi Saputra menjelaskan bahwa dia dipercaya klub anggota PSMS untuk mengisi kekosongan organisasi yang sebelumnya vakum. "Tujuannya untuk menjadikan PSMS hebat. Jadi saya akan merangkul klub anggota PSMS," katanya.

Sementara mantan pemain PSMS Badia Raja Manurung menegaskan tak ada pihak yang ingin dualisme tersebut. Pihak anggota klub sebagai pemilik suara diakuinya hanya menjalankan tugas agar pengurus PSMS diisi. "Kami sebagai mantan pemain, bisa busuk lah nama kami bila merusak nama PSMS. Kami mantan juga pasti mau PSMS satu," terangnya.

T#gs Kisruh PSMSMulyadi SimatupangPSMS KisruhPSMS Lakukan Rapid TestPSMS MedanPSSIPT Liga Indonesia BaruPembina PSMS MedanRap Rap Attitudeayam kinantanbolahitaedy rahmayadipsms
Komentar