• Home
  • BOLAHITA
  • Terancam Denda Rp50 Juta, Panpel Larang Ultras 1950 Nonton di Stadion Teladan

PSMS Medan

Terancam Denda Rp50 Juta, Panpel Larang Ultras 1950 Nonton di Stadion Teladan

AJP Senin, 16 Maret 2020 15:58 WIB
BOLAHITA/ABDI PANJAITAN
Suporter PSMS Medan saat diangkut dan diamankan ke Polresta Medan menggunakan truk polisi
BOLAHITA, MEDAN - Kemenangan 2-1 PSMS Medan atas AA Tiga Naga paga lada perdana Liga 2 wilayah Barat, Minggu (15/3/2020) di Stadion Teladan, ternoda karena ulah sekelompok suporter Ayam Kinantan.

Pasalnya, puluhan uporter berbendera Ultras 1950 yang berada di tribun Utara menyalakan flare bahkan melemparkan ke arah suporter lain dan ke pinggir lapangan pada injury time, menit 90.

Alhasil, pertandingan dihentikan wasit Parizon (Sumatera Barat) selama kurang lebih lima menit.

Keadaan sempat memanas saat suporter lain marah dengan aksi Ultras. Mereka nyaris mendatangi Ultras. Sementara beberapa anggota Ultras ada yang memanjat pagar kawat masuk berusaha memasuki sisi pinggir lapangan karena ketakutan diserbu.

Pemain PSMS, Legimin Raharjo tampak berlari dan mendekat ke tribun Utara, dia meminta suporter di tribun utara tenang.

Aparat keamanan kemudian mengendalikan situasi dengan mengumpulkan mereka di satu tempat di tribun Utara tanpa aksi. Barang bukti flare juga smoke bomb disita petugas.

Mereka tertahan di stadion demi mengamankan dari amukan penonton dan suporter PSMS lain yang kecewa dengan aksi Ultras 1950. Pukul 19.00 WIB, mereka satu persatu digiring menaiki mobil dan dibawa ke Mapolrestabes Medan.

Ketua Panpel Julius Raja tampak marah dan kecewa dengan aksi ini. Karena PSMS kerap bermasalah dengan aksi sekelompok suporter yang berujung denda dari Komdis PSSI.

“Kami menyesalkan kejadian ini. Ini adalah laga perdana di Stadion Teladan yang mestinya semua berakhir dengan suasana gembira karena PSMS menang, dari pelaksanaan tidak ada kendala, tapi karena ulah suporter dari tribun Utara yang membuat pertandingan terhenti pada menit 90. Yang jelas PSMS kena denda, nanti bagaimananya dari komisi disiplin,” bebernya.


King-sapaan akrabnya menegaskan Panpel PSMS akan memproses ini secara hukum. King meyakini ada aktor intelektual di balik aksi ini, termasuk yang mendanai penyediaan flare dan sejenisnya.

“Kami sudah bicara dengan tim kuasa hukum akan memproses ini. Di belakang layar ini siapa tentu ada orang yang menyuruh, membuat ini rusuh, orang yang di belakang ini dicari, yang membuat ini anarkis. Mereka menyalakan flare, tentu ada yang menkompori dan mensponsori ini. Flarenya ada sekitar tujuh,” tegasnya.

Diapun meminta aparat keamanan menginterogasi ketua Ultras 1950 agar bisa membuka oknum di belakang aksi tersebut. “Ini ketuanya Utras 1950 ini yang selalu buat keonaran ini akan dicari supaya orang ini ditangkap, dicari dimintai keterangan untuk bagaimana siapa yang menyuruh flare,” tandasnya.

King juga memastikan pihaknya tidak akan memperbolehkan Ultras 1950 menonton PSMS di Stadion Teladan. “Untuk ke depan tentu tidak akan kami kasih mereka lagi masuk. Tidak ada lagi Ultras 1950 nonton di stadion. Kalau bikin rusuh lagi kita proses lagisecara hukum. Sampai seterusnya tidak boleh nonton lagi. Berapa oranglah mereka (di Ultras) katanya mau mendukung, kok mendukung PSMS kayak gitu,” jelasnya.

“Katanya mau bantu dukung PSMS, bantu apa? Ini enggak kemana Rp50 juta (denda) karena ini dua hukumannya, pertama flare dan pertandingan sempat terhenti. Ini yang sangat kita sesalkan,” pungkasnya
Toko Sport Terlengkap Termurah di Kota Medan
T#gs Asprov PSSI SumutJulius RajaMulyadi SimatupangPSMS MedanRap Rap Attitudeaskot pssi medanayam kinantanbolahitapsmsstadion teladan
BOLAHITA for the future
Komentar