• Home
  • SOSOK
  • Kondisi Mantan PSMS Ini Memprihatinkan, Butuh Bantuan Dana

Sumatera Utara

Kondisi Mantan PSMS Ini Memprihatinkan, Butuh Bantuan Dana

admin Minggu, 15 Desember 2019 16:20 WIB
BOLAHITA / ISTIMEWA
Sugito menunjukan satu medali yang diraihnya dari sepakbola
BOLAHITA, MEDAN - Kondisi kesehatan satu mantan pemain PSMS Medan, Sugito saat ini sungguh memprihatinkan. Bang Gito panggilan akrabnya membutuhkan uluran dana karena mengidap gagal ginjal.

Kondisi Sugito ini diketahui dalam beberapa postingan rekan-rekannya yang datang menjenguk dan memposting dukungan moril mereka ke account facebooknya.

Ternyata sudah 11 tahun terakhir, atau mulai 2008 silam, Sugito menginap penyakit diabetes. Dampak sakitnya tersebut meluas atau komplikasi hingga menganggu mata, bahkan kini ia pun divonis gagal ginjal.

"Sebelum ini saya harus operasi mata dampak dari diabetes. Dan sekarang, oleh dokter saya divonis gagal ginjal sehingga dua kali seminggu harus menjalani cuci darah," kata Sugito di RS Putri Hijau, Medan, Sabtu (14/12/2019).

Saat ini Sugito mengaku bingung. Berobat selama sebelas tahun terakhir banyak menghabiskan biaya. Ditambah lagi dengan vonis gagal ginjal yang mengharuskannya cuci darah dua kali seminggu.
 
Sugito mohon doa dan juga bantuan dana, baik dari pemerintah maupun lembaga olahraga dan juga masyarakat maupun simpatisan. "Alhamdulillah, belum lama ini saya mendapat bantuan dari KONI Sumut. Dan biaya tersebut sudah saya gunakan untuk perobatan," ucap Sugito.

Sugito, mantan pemain PSMS era 1970-an akhir hingga 1990-an. Tapi, kini pria berusia 59 tahun ini sudah sangat jauh berubah. Hal ini bukan karena usianya yang semakin menua, tapi dampak dari sakit yang dideritanya.

Pria yang di masa aktifnya pernah membela Mercu Buana Galatama dan mengantarkan Sumut meraih medali emas PON 1985 ini mengaku, selama ini sudah banyak menjalani pengobatan, baik medis maupun alternatif.

:Saya kini hanya bisa berdoa, kiranya Pemerintah memberi perhatian terhadap mantan atlet seperti saya ini," ujar Sugito usai difoto sembari memegang medali emas PON 1985.

"Ini medali kenangan tidak terlupakan. Sebab saat itu rangking Sumut anjlok di luar sepuluh besar. Syukurnya, sepak bola meraih medali emas, dan saya menyumbang satu gol saat final melawan Irian Jaya (sekarang Papua). Medali emas sepak bola ini membuat kontingen Sumut selamat dari ancaman pulang akan dilempar telur busuk," pungkas Sugito menceritakan kenangan di lapangan hijau.
T#gs Legenda PSMSMantan PSMSPSMS MedanPSSIRap Rap Attitudeayam kinantanbolahitabolahita.idbolahita idbolahita.idbolahita idpsms
Komentar