Oleh Oleh Kota Medan
  • Home
  • TOTAL SPORTS
  • Buntut Tolak Bela Bali, Atlet Poomsae Badung Dilarang Main di Porprov XIV

Sports Bali

Buntut Tolak Bela Bali, Atlet Poomsae Badung Dilarang Main di Porprov XIV

Yan Daulaka Selasa, 10 September 2019 17:26 WIB
BOLAHITA/YAN DAULAKA
Ketua Pengkab TI Tabanan , Bimantara Putra (kedua dari kiri) berpose dengan jajaran pelatih TI Karangasem
Pesan Tulang Bolahita
BOLAHITA, TABANAN - Tahapan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) XIV Taekwondo Indonesia (TI) Bali di Kota Tabanan mulai melaksanakan Technical Meeting (TM) Khusus.

Pelaksanan TM tersebut berlangsung, Selasa (10/9/2019) di Beraban, Tanah Lot. Gelaran TM dipimpin langsung oleh Technical Delegates (TD) Taekwondo, Sabeumnim Irwan Santosa dan dihadiri oleh Wasit Nasional dari Provinsi Jawa Tengah, Sabeum Aries.

Salah satu poin yang diputuskan adalah tidak memperbolehkan atlet poomsae Kabupaten Badung, Mohammad Abdurahman Wahyu untuk mengikuti Porprov Bali karena tidak mengantongi rekomendasi dari Pengurus Provinsi (Pengprov) TI Bali. Dalam perdebatan saat pelaksanaan TM, seluruh peserta dari 8 Kabupaten / Kota di Bali sepakat tidak memperbolehkan Wahyu mengikuti Porprov. Karena tidak mengantongi rekomendasi dari Ketum Pengprov TI Bali.

Dimana dalam hasil Pra-TM Taekwondo seluruh peserta sepakat melarang Pengprov TI Bali untuk mengeluarkan rekomendasi bila tidak mendapatkan persetujuan dari 8 pengkab peserta Porprov.

Wahyu sendiri yang merupakan atlet Pelatnas menyatakan menolak bermain pada Pra Pon kepada pelatih tim Poomase Pra Pon Bali dan kepada Ketua Umum Pengprov TI Bali Lan Ananda yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua Umum.

Wasit Nasioal, Aries Budi Nugroho yang hadir dalam pelaksanaan TM tersebut mengatakan bahwa keputusan TM adalah bersifat teknis yang disepakati oleh peserta. Namun apabila keputusan teknis dalam TM tersebut dianggap tidak memuaskan peserta, maka dipersilahkan menggugat kepada Dewan Hakim yang ada di Koni.

Manager Team TI Karangasem, I Gede Bimantara mengatakan bahwa apa yang diputuskan didalam TM adalah sudah sesuai dengan yang tercantum didalam Teknikal Hand Book ( THB) yang di keluarkan oleh Koni Bali.

"Jadi kalo ada peserta yang ingin keluar dari ketentuan tersebut, buat apa membuat THB. Rekomendasi pertandingan adalah salah satu keharusan dan syarat bagi atlet yang ada dalam THB yang sudah diterapkan dalam 3 kali Porprov, kenapa baru sekarang memprotesnya dengan menyebut soal kesepakatan Koni," kata ujar Bimantara.

"Kalo kesepakatan Koni yang akan dipakai, kan lebih baik tidak usah membuat handbook selorohnya. Intinya kalo tim Badung merasa keberatan silahkan gunakan haknya menggungat ke dewan hakim, kami peserta lain juga siap untuk menghadapinya sehingga tidak ada tim yang hanya menginginkan medali tapi mengabaikan aturan dan ketentuan yang telah baku," pungkas Bimantara, yang juga pengacara dari organisasi Peradi Bali ini


Toko Sport Terlengkap Termurah di Kota Medan
T#gs BaliPoomsae BadungPorprov XIV Balibolahitabolahita.idbolahita idbolahita.idbolahita id
GAME ON 2018
Komentar