Sumatera Utara

KONI Sumut Tunggu Putusan Gubernur Terkait Pelatda PON

admin Sabtu, 04 Juli 2020 13:47 WIB
BOLAHITA / ISTIMEWA
John Ismadi Lubis ketua Koni Sumut

BOLAHITA, MEDAN - Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara masih menunggu putusan resmi dari Gubernur Sumut terkait rencana pemerintah provinsi menerapkan ‘tatanan kehidupan baru’ dalam masa Covid -19.

Hal ini sebagai dasar bagi Pengurus cabang olahraga dan KONI untuk kembali memulai Pemusatan latihan Daerah (pelatda) secara gabungan di tengah pandemik Covid 19.

Meski pemerintah provinsi sudah mulai melakukan sosialisasi penerapan tatanan kehidupan baru sejak 1 Juli 2020, namun belum bisa memenntukan pelaksanaan teknisnya.

Mengingat saat ini draft ‘tatanan kehidupan baru’ masih dipelajari oleh pemerintah pusat. “Seandainya Gubernur Sumut mengeluarkan putusan resmi pemberlakukan new nromal, kita juga melihat kondisi kabupaten/kota terhadap Covid 19 ini, kami akan memulai pelatda,” ucap Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis di Medan, Jumat (3/7).

Diakui John, selama tiga bulan lebih para atlet Sumut khususnya yang dipersipakan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua, kini masih menjalani latihan secara mandiri di daerah masing " masing. Selama menjalani latihan di rumah, John menyadari secara psikologis tentu membuat latihan mereka jenuh. Untuk menyiasati agar atlet tidak jenuh, pihaknya juga memberikan kebebasan latihan di luar rumah, namun dengan tetap mematuhi imbauan protool kesehatan untuk tidak berada di lokasi keramaian.

“Karena selama 3 bulan ini atlet pelatda kita sudah jenuh. Kita takut juga secara psikologis mereka ini datang penyakit lain. Makanya, sebagian sudah keluar latihan di rumah dan ke jalanan. Makanya untuk latihan fisik, lari pagi, naik sepeda juga mereka lakukan. Tapi, kami tidak kasih ke lokasi yang masyarakatnya berkerumun,” tegasnya.

Menanggulangi atlet yang merasa jenuh selama latihan di rumah, KONI Sumut juga membentuk tim psikiater untuk mengatasi hal itu. bahkan bagi atlet dengan kejenuhan tinggi, KONI Sumut juga telah menyiapkan psikolog.

“Mereka itu mulai jenuh karena pagi, siang dan sore cuma latihan fisik. Sementara teknik tidak bisa karena latihan di rumah. Bahkan bagi atlet yang tingkat kejenuhannya tinggi, kami kirim psikolog dan tim psikiater dengan cara berkunjung ke cabor yang minta,” ujar John.

Selama pandemi Covid 19 ini para atlet menjalani latihan secara mandiri di rumah melalui video virtual dalam pengawasan tim pendamping KONI dan pelatih. Meskipun latihan dengan cara seperti itu tidak semaksimal saat latihan langsung dengan pelatih, minimal atlet bisa menjaga kondisi fisik selama latihan mandiri.

“Dengan PON mundur ke 2021 tentu persiapannya panjang. Banyak provinsi lain begitu PON diundur latihan dihentikan tapi Sumut tidak. KONI Sumut tetap latihan mandiri di rumah masing " masing. Paling tidak jika selama pandemi Covid 19 banyak PHK, tapi atlet Sumut tidak ada yang PHK,” cetus John.

T#gs KONI SumutPON PapuaRap Rap Attitudebolahitaedy rahmayadi
Komentar