Sumatera Utara

Menpora: Sumut Sport Centre Jadi Ikon Baru

admin Minggu, 22 November 2020 12:29 WIB
BOLAHITA
Zainuddin berharap keberadaan sport center di Sumut nantinya mendukung naitan baik pemerintah untuk menjadi tuan rumah pelaksana ajang Olimpiade 2032
BOLAHITA, MEDAN - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali menegaskan dalam beberapa tahun ke depan, Sumatera Utara bakal memiliki ikon baru sebagai kebanggaan masyarakatnya. 

Ikon baru yang dimaksud Menpora adalah Kawasan olahraga terpadu atau Sumut Sport Center yang bakal berdiri di area seluas 300 hektar, di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
 
“Sampaikan kepada masyarakat Sumatera Utara bahwa ada ikon baru dari Sumut yang menjadi kebanggaan Sumut yakni ‘Sumut sport center’,” Ucap Menpora saat meninjau langsung proses pembangunan kawasan Sumut sport center Jumat (20/11/2020) sore.
 
Dikatakan Zainudin, keberadaan Sumut Sport center tidak hanya menjadi arena pelaksanaan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, sekaligus diharapkan bisa menjadi arena pelaksanaan kejuaraan olahraga bertaraf internasional baik single event maupun multi event.

Zainudin berpesan kepada pemerintah daerah agar proyek pembangunan kawasan sport center di desai sesuai dengan standart internasional dan dikonsultasikan dengan federasi internasional untuk setiap cabang olahraga.

“Ini tidak hanya ditujukkan untuk menjadi tuan rumah PON, tetapi dia menjadi tuan rumah event " event internasional. Karena itu saya sangat sependapat ini di desain sesuai dengan standart internasional. Semua venue harus dikonsultasikan dengan federasi internasionalnya, sehingga ktia tidak kesusahan begitu ditunjuk menjadi tuan rumah event internasional,” pinta Menpora.
 
Menpora juga mengingatkan sejak awal agar fungsi dari kawasan sport center ini tidak hanya dibangun sarana olahraga saja, melainkan fasilitas untuk industri atu kawasan tourism. Menpora berharap Sumut harus belajar dari daerah lain yang begitu PON selesai dilaksanakan, satu hal yang menjadi problem adalah tidak adanya perawatan fasilitas yang sudah dibiayai negara hingga triliunan rupiah, baik dari APBD maupun APBN.
 
“Pembiayaan ini mahal sehingga daerah harus ada inovasi atau kreasi untuk membiayai itu supaya tetap hidup. Di beberapa tempat bahkan terlantarnya fasilitas " fasilitas olahraga baik venue atau penginapan atlet yang sebelumnya digunakan itu menjadi beban daerah. Makanya supaya ini dipersiapkan sejak awal,” harap Zainudin.
 
Zainudin juga mengapresiasi pemerintah Sumut yang ternyata sudah mendesain kawasan Sport center tidak hanay sebagai pusat aktivitas olahraga saja. Menpora mendukung penuh rencana pembangunan kawasan untuk zona penunjang dan komersil seperti pembangunan rumah sakit, pusat perbelanjaan, wahana bermain, Sekolah keolahragaan, yang turut menghasilkan devisa bagi negara.

“Alhamdulillah, area sport center ini didampingi area yang bisa menjadi subsidi kemudian juga ada area lainnya ada Rumah sakit internasional. Saya senang dan apresiasi karena sebagian besar yang datang di rumah sakit negara tetangga itu adalah masyarakat dari Sumut dan Aceh. Dengan begitu, tentu devisa kita tidak berkurang, malah kita akan mendapatkan devisa,” ujar Menpora.
 
“Ini memang harus di desain dari awal dan bagaimana pemeliharaannya. Sebab, semangat kita menuju event itu luar besar. Tetapi setelah itu dia terlantar. Nah, 300 hektar ini bukan areal yang kecil. Area di GBK itu Cuma 120 an hektar. Kemudian ada di tempat " tempat lain dia terpisah,” tambahnya.
 
Zainuddin berharap keberadaan sport center di Sumut nantinya mendukung naitan baik pemerintah untuk menjadi tuan rumah pelaksana ajang Olimpiade 2032. Bukan tidak mungkin dikatakan Zainudin kawasan Sumut sport center bisa menjadi pilihan jika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah.
 
“Apalagi pak presiden Joko Widodo beri arahan kepada kami dan ketua Komite Olimpiade agar kita mempersiapkan bidding tuan rumah Olimpiade 2032. Nah, kita pasti akan melihat fasilitas mana yang paling legnkap karena dari IOC itu sebisa mungkin kita tidak membangun baru. Kalau ini 2024 insya Allah ada semua, bisa jadi menjadi pilihan, tetapi arahan pak presiden kepada saya menarik sebanyak mungkin event internasional baik itu single event maupun multi event. Kkesuksesan kita menjadi tuan rumah penyelenggara Asian Games dan Asian para Games itu juga menjadi bukti diakui negara " negara lain,” jelas Menpora.
 
Sebelumnya Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengatakan, pembangunan kawasan Sumut Sport center tidak bisa sepenuhnya mengandalkan anggaran APBD dan APBN, namun butuh dukungan dari investor. Terutama mendukung pembangunan venue " venue cabang olahraga yang membutuhkan anggaran fantastis.
 
“Mudah " mudahan dengan adanya SK penetapan tuan rumah PON 2024 yang telah diserahkan oleh pak Menpora, bisa menjadi semangat bagi pemerintah Sumut dan Aceh menyiapkan semuanya dengan cepat dan maksimal. Kita butuh dukungan dari semua pihak termasuk para investor untuk membantu dalam pembangunan venue di kawasan Sumut Sport Center,” ujar Wagubsu.
T#gs KemenporaMenporaPON SumutPSSISumut Sport Centerbolahita
Komentar