Sumatera Utara

Pembangunan Venue Sumut Sport Center Mulai 2021

admin Minggu, 22 November 2020 12:32 WIB
BOLAHITA
Total 300 hektar kawasan sport center terbagi atas dua bagian yakni 200 hektar lebih untuk pembangunan arena venue, Equestrian Arena, dan wisma atlet yang menyediakan 3.000 kamar. Sedangkan 99 hektar lebih untuk kawasan komersil.
BOLAHITA, MEDAN - Plt Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, menjelaskan kawasan Sumut sport center terbagi atas zona olahraga, penunjang, dan komersil (bisnis).

Zona olahraga akan dibangun setidaknya 36 venue cabang olahraga berstandar internasional yang bakal digunakan sebagai tuan rumah PON 2024. Sedangkan Zona penunjang akan dibangun sarana Amplitheatre, masjid, Sekolah Keolahragaan, dan wahan bermain. Sedangkan Zona komersil akan dibangun hotel, Rumah Sakit, convention hall, exhibitiondan pusat perbelanjaan.
 
“Ini bakal menjadi Ikon baru Sumatera Utara setelah kawasan wisata seperti Danau toba, kawasan bahorok, dan Tanah Karo. Maka kita berharap ini didukung semua elemen masyarakat dan pemerintah,” kata Baharuddin.
 
Pihaknya juga tidak mengkhawatirkan usai pelaksanaan PON 2024 kawasan itu mati suri, sebab dengan adanya zona penunjang dan komersil mendukung kawasan sport center tetap hidup seperti ‘Kota baru’. Apalagi kawasan ini sangat strategis. Selain merupakan jalan lintas menuju bandara Internasional Kualanamu, juga wilayah Sumut sangat dekat dengan negara jiran seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan sejumlah negara ASEAN. Ini juga memudahkan Sumut gampang menjadi tuan rumah pelaksana kejuaraan internasional.
 
“ini menjadi kawasan strategis yang bisa kita jual untuk dunia luar, apalagi negara �" negara ASEAN. Kita kuga berencana bangun Badan layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai badan pengelola Pendapatan Asli Daerah di kawasan ini. Nanti hasilnya untuk mendukung pemeliharaan venue �" venue olahraga,” optimis Baharuddin.
 
Di satu sisi, dengan adanya kawasan Sport centre juga menghidupkan kembali UKM �" UKM yang terdampak akibat pandemi Covid -19. Terutama bagi masyarakat yang berada dekat dengan kawasan sport center.
 
Sebelumnya, pemerintah provinsi Sumut telah melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan kawasan Sumut sport center paa 14 Agustus 2020. Saat ini, proses pengerjaan masih fokus pada pembangunan gapura, sekurity, dan ruangan pusat informasi. Sedangkan mulai Januari 2021, baru akan dimulai pembangunan tiga venue yakni Martial Art (bela diri), Stadion Madya Athletik, dan GOR Volly Ball di kawasan seluas 7 Hektar.
 
Sedangkan total 300 hektar kawasan sport center terbagi atas dua bagian yakni 200 hektar lebih untuk pembangunan arena venue, Equestrian Arena, dan wisma atlet yang menyediakan 3.000 kamar. Sedangkan 99 hektar lebih untuk kawasan komersil. Sedangkan untuk desain Sumut sport centre di desain seperti pohon kelapa sawit yang menjadi komoditi terluas di wilayah Sumut. Menariknya, untuk setiap gedung venue cabang olahraga berornamenkan etnis suku yang ada di Sumut.
 
Selain itu nantinya juga dibangun fasilitas transportasi kereta LRT sejauh 4 kilometer yang menghubungkan kawasan sport center menuju Bandara Internasional Kualanamu. Sejumlah venue cabang olahraga juga akan dibangun megah dan berstandart internasional.

Seperti Stadion Utama berkapasitas 75 ribu penonton, lintasan akuatik berkapasitas 3.000 penonton, Stadion atletik berkapasitas 2.600 penonton, dan Gedung Istora berkapasitas 5.000 penonton. Termasuk lintasan road race (balapan) sejauh 3,6 kilometer. Total pembangunan Sumut sport center bakal menghabiskan anggaran mencapai 8 triliun lebih dan ditargetkan rampung pada akhir 2023.
 
Turut hadir mendampingi Menpora diantaranya Anggota DPR RI Lamhot Sinaga, Lodewijk F Paulus, Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, Perwakilan Bupati Deli Serdang, PTPN II, dan Dispora Sumut.
T#gs KemenporaPON SumutPSSISumut Sport Centerbolahita
Komentar