Yakin Determinasi Pemain Muda

Yakin Determinasi Pemain Muda

Yakin Determinasi Pemain Muda
Aidun Sastra Utami saat melawan PS Kinantan beberapa waktu lalu
Determinasi pemain muda, itulah yang menjadi andalan Suharto AD di putaran kedua nanti. Hal itu terlihat dari komposisi pemain yang tersisa dan incaran, 60 persen terdiri dari pemain debutan.   

Dalam sesion latihan, pemain muda yang dipertahankan kerap menjadi kepercayaan. Bahkan Suharto menggaransi telah terjadi peningkatan kualitas semangat dan fokus latihan pemain. 

Pelan-pelan allenatore Ayam Kinantan mulai menyelaraskan kekompakan menyerang serta bertahan. 

Di dominasi pemain muda, Suharto memastikan tingkat persaingan akan meninggi. Misalnya di sektor tengah, 80 persen dengan talenta muda. Tri Hardiansyah, Aidun Sastra Utami, M Irfan, Safrial irfandi dan satu lagi jika lolos seleksi, yakni Riki. Lantas siapa yang bakal menjadi starter? 

Dari sederet nama diatas, Aidun dan Tri Hardiansyah merupakan tipikal gelandang bertahan. Hanya Safrial Irfandi yang menjadi tumpuan, gelandang serang yang sekaligus merangkap second striker.

Tak muda bagi Suharto menentukan pemain lainnya. Apalagi peran Ade Chandra Kirana dalam latihan cukup terlihat. Pelatih berkepala plontos ini pun tak salah pilih.  

"Pertama, mereka semua harus mau kerja, itu dulu. Jika memang hatinya benar-benar siap, makan skema permainan yang kita rencanakan bisa berjalan. Sama menyerang dan sama-sama bertahan. Saya pribadi yakin dengan pemain muda saat ini. Dalam setiap latihan, mereka selalu menunjukan determinasi dan memiliki fighting spirit yang tinggi," bilang Suharto. 

Hanya saja untuk mengelola organisasi bermain di lapangan, pelatih yang sudah mengantongi lisensi B sepertinya membutuhkan Alamsyah Nasution dan M Affan Lubis. Dirinya tak mau kecepatan pemain mudanya tak menentu di lapangan. 

Alhasil peran dua gelandang senior ini diharapkan mampu lebih menghidupkan determinasi semangat juang juniornya. 

"Pemain muda yang ada saat ini semuanya memiliki kelebihan dengan kecepatan. Bahkan sebenarnya disertai kecerdasan, jadi tinggal bagaimana meramu dan mencari penyeimbang yang tepat," sambungnya.

Tingginya determinasi para gelandang belum berjalan beriringan dengan lini depan. Harapan Suharto hadirnya Camara, striker Persisko Tan Jabar belum terealisasi. 

Beruntung PSMS masih memiliki Tambun Naibaho, striker muda yang masih berstatus seleksi. Eks pemain Pro Duta ini langsung mendapat tempat di barisan depan, menggantikan Affandi Lubis yang dianggap tak mampu memberikan jawaban. 

Suharto bersama Colly Misrun terus mendrill Tambun. Bagaimana dengan posisi blok pertama di lini depan, posisi, serta wawasan bermain harus dikuasainya. "Tipikal dia (Tambun, Red) striker yang liar. Striker yang selalu bergerak. Saya sedang mempersiapkan dia ke dalam skema permainan," pungkas Suharto. (Bolahita)