Banyak Keputusan Wasit yang Keliru, PSSI Terus Banjir Kritikan

Banyak Keputusan Wasit yang Keliru, PSSI Terus Banjir Kritikan

Banyak Keputusan Wasit yang Keliru, PSSI Terus Banjir Kritikan

JAKARTA - Dalam beberapa pekan di laga BRI Liga 1, wasit yang bertugas dinilai banyak memberikan keputusan kontroversial di lapangan.

Terbukti juga dalam laman resmi PSSI yang mencatatkan beberapa keputusan kontroversial wasit dalam pertandingan remsi BRI Liga 1 (lihat tabel dibawah, red).

Akibat keputusan wasit tersebut, PSSI langsung banjir kritikan. 

Salah satunya datang dari pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso. Dia mengkritik pasca pertandingan timnya dengan Persela Lamongan di stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (21/10/2021) lalu.

Laga tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1. Tim Bajul Ijo sebenarnya unggul cepat setelah Ricki Kambuaya menceploskan bola ke gawang lawan pada menit ke-12. 

Namun Laskar Joko Tingkir membalasnya melalui gol Ivan Carlos pada menit 35.

Aji Santoso yang merasakan dirugikan oleh keputusan wasit angkat bicara. Pelatih Persebaya tersebut mengungkapkan Liga Indonesia sudah butuh VAR (Video Assistance Referee).

Ia mencontohkan beberapa negara di Asia yang sudah menggunakan teknologi dalam sepak bola. Thailand, Vietnam dan Malaysia telah menggunakan VAR dalam Liga.

Diketahui, gol Ivan Carlos dari Persela Lamongan ke gawang Persebaya Surabaya sangat jelas offside. Namun, wasit memutuskan sang pemain masih onside.

Kritikan juga datang dari pengamat dan komentator sepak bola Bung Towel yang diungkapkan di kanal YouTube miliknya. Lalu, kini para pelatih mulai berharap dapat wasit yang fair di setiap laga.

Beberapa keputusan wasit yang dianggap kontroversial sejak laga pertama di antaranya :

  • Persik menghadapi Bali United pada 27 Agustus 2021 di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Persik mendapat hadiah penalti pada menit ke-12. Namun, Youssef Ezzejjari yang menjadi eksekutor gagal memanfaatkan peluang itu menjadi gol. Proses penalti itu menjadi sorotan karena ada pemain Bali United yang masuk kotak penalti sebelum bola dieksekusi. Wasit yang bertugas, Yudi Nurcahya, membiarkan permainan tetap berjalan alias play on. Padahal, menurut aturan FIFA, wasit berhak mengulang penalti tersebut.
  • Penalti Bhayangkara FC (Bhayangkara vs Persiraja). Masih terkait penalti. Kali ini terjadi pada laga Bhayangkara FC vs Persiraja Banda Aceh di Stadion Indomilk Arena, Minggu (31/9/2021). Bhayangkara mendapat penalti pada masa injury time karena bek Persiraja Zamzani melakukan pelanggaran handball. Eksekusi 12 pas diambil Ezechiel N'Douassel dan berbuah gol. Namun, proses penalti itu menjadi sorotan karena ada pemain dari masing-masing tim yang masuk ke kotak 16 sebelum Ezechiel mengeksekuisi bola. Meskipun sudah gol, penalti itu seharusnya diulang jika merujuk pada aturan FIFA, wasit Musthofa Umarella tetap mengesahkan gol tersebut.
  • Laga Arema dan Persija Jakarta. Ada beberapa insiden yang menjadi sorotan seperti keputusannya tidak memberikan hadiah penalti saat pemain Persija, Rio Fahmi dijatuhkan pemain Arema. Oki Dwi Putra juga melayangkan kartu merah ke Kushedya Hari Yudo. Striker andalan timnas itu dinilai diving karena terjatuh saat duel dengan pemain Persija. Paling menjadi sorotan, yaitu saat gol Marko Simic dianulir. Striker Persija awalnya berhasil mencetak gol di masa injury time, tapi dia dianggap melakukan pelanggaran ke kiper Arema, sehingga golnya tidak disahkan.
  • Kalteng Putra dan PSBS. Ada tendangan ke arah badan pemain Kalteng Putra. Namun, wasit hanya memberikan kartu kuning. Padahal tendangan Kungfu pemain PSBS bisa berbahaya terhadap karier pemain lawan.
  • Rans Cilegon vs Badak Lampung. Dalam tayangan ulang terlihat pemain Badak Lampung tidak menyentuh penalti di kotak terlarang. Namun, wasit justru memberikan penalty ke Rans Cilegon.
  • Kartu merah Irsyad Maulana (Borneo FC vs Persita). Dalam laga Borneo vs Persita di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (2/10/2021), ada satu keputusan wasit Iwan Sukoco yang disorot. Pada menit ke-44 sang pengadil mengeluarkan kartu merah tidak langsung untuk pemain Persita Irsyad Maulana, yang dianggap melakukan diving di daerah pertahanan Borneo. Padahal, dalam tayangan ulang, Irsyad Maulana sejatinya benar-benar dilanggar. Nuriddin Davronov yang melakukan tekel pun mengisyaratkan bahwa dia benar melanggar Irsyad.