Bukti 'Out Of The Box', ala Ketut Suwandi, Bali 5 Besar PON Papua

Bukti 'Out Of The Box', ala Ketut Suwandi, Bali 5 Besar PON Papua

Bukti 'Out Of The Box', ala Ketut Suwandi, Bali 5 Besar PON Papua
Ketut Suwandi (tengah) diapit 2 pasangan embu Kempo Bali peraih emas di PON Papua

BOLAHITA.ID, JAYAPURA - Kontingen Bali akhirnya finish di peringkat kelima pada akhir di klasemen perolehan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua. 

Dibawah kontingen Jawa Barat diposisi teratas dengan raihan 133 emas, disusul DKI Jakarta ditempat kedua yang mengumpulkan 110 emas. Kemudian Jawa Timur diurutan ketiga juga dengan 110 medali emas, hanya jumlah perak dan perunggu jauh lebih sedikit dengan DKI. 

Lanjut tuan rumah, Papua harus puas diposisi 4 dengan meraup 93 emas dan Bali berada diperingkat 5 dengan 28 keping emas, menggeser Jawa Tengah diposisi 6 yang mengumpulkan 27 emas yang hanya selisih 1 emas dengan kontingen Pulau Dewata ini. 

Dengan posisi tersebut, perolehan medali emas dan posisi kontingen Bali meningkat dari PON 2016 Jawa Barat. Yang mana di PON XIX itu, Bali berada diurutan 6 dengan membawa pulang 2 0 medali emas, 21 perak dan 35 perunggu. Kini di Papua, 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu.

Dengan prestasi melalui perjuangan 361 atlet terbaik di 37 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, maka sukses membawa pulang 28 medali emas ini adalah suatu kebanggaan dan pembuktian peningkatan prestasi melalu tangan dingin kepemimpinan Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi. 

Berikut pernyataannya.

"Bali bersyukur dalam suasana covid 19 yang berdampak pada semua sektor, tapi kami tetap optimis memasang target 30 emas dan naik 50% dibandingkan dengan prestasi di Jawa Barat 2016. Dilandasi atas kerja keras dan koordinasi yang mumpuni kita bisa. Emang banyak orang meragukan apa yang saya targetkan karena meraka selalu ingin ada di zone nyaman Tapi bagi saya selalu out of the box (keluar dari zona nyaman) dan siap dengan segala resiko. Saya tidak banyak berbicara tapi kami banyak bekerja untuk menjawab tantangan yang ada. Dan ingat keberhasilan 2 periode ini tantangan besar bagi pengurus berikutnya." Suwandi.