Erick Thohir Akui Sulit Cari Pelatih Baru Timnas Indonesia: “Enggak Mudah di Ranking FIFA ke-120”
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengakui proses pencarian pelatih baru Timnas Indonesia tidaklah mudah
BOLAHITA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengakui proses pencarian pelatih baru Timnas Indonesia tidaklah mudah. Ia menegaskan, PSSI saat ini masih terus menyeleksi beberapa kandidat dan tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan penting tersebut.
“Selain mencari kandidat dari dalam negeri, saya juga membuka komunikasi dengan sejumlah pihak luar negeri melalui jaringan olahraga internasional saya,” ujar Erick, dikutip dari rekaman suara yang tayang di YouTube iNews, Kamis (24/10/2025) malam.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Erick menjelaskan, posisi Indonesia di peringkat FIFA ke-120 menjadi tantangan tersendiri dalam proses negosiasi dengan calon pelatih asing. Kondisi tersebut membuat banyak pelatih top dunia berpikir dua kali untuk menerima tawaran dari Indonesia.
“Jangan sampai persepsi, yang kejadian beberapa kali terakhir ini, mempersulit posisi kita mencari pelatih. Karena kita mesti sadari ranking kita belum tinggi, masih rendah. Mencari pelatih di ranking seperti ini enggak mudah,” ujarnya.
Menurut Erick, peringkat FIFA menjadi salah satu pertimbangan penting bagi calon pelatih. Mereka menilai risiko melatih tim dengan peringkat rendah cukup besar, baik dari sisi reputasi maupun target jangka pendek yang berat.
View this post on Instagram
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu menyinggung pengalaman masa lalu saat PSSI berhasil mendatangkan Shin Tae-yong pada akhir 2019. “Waktu itu kita di ranking FIFA 170, dan prosesnya juga enggak mudah. Sekarang 120 pun tetap sulit,” tegasnya.
Erick menambahkan, salah satu langkah yang kini ditempuh adalah membangun kembali kepercayaan internasional terhadap proyek jangka panjang sepak bola Indonesia. Melalui jaringan globalnya, ia berusaha meyakinkan calon pelatih bahwa Indonesia berkomitmen kuat membangun tim nasional secara berkelanjutan.
“Yang sekarang saya lagi coba lakukan dengan jaringan internasional saya adalah memberi confidence balik, bahwa kita tetap ingin punya program jangka panjang. Apa yang terjadi kemarin-kemarin itu ya bagian dari hasil yang harus dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Pernyataan Erick menegaskan bahwa PSSI kini tengah berada dalam fase penting menentukan arah baru sepak bola nasional. Ia berharap pelatih yang akan datang bukan hanya membawa hasil instan, tetapi juga mampu membangun fondasi pembinaan dan sistem kepelatihan jangka panjang untuk masa depan Garuda.
What's Your Reaction?