Geram, Gerard Pique Unggah Slip Gaji Untuk Buktikan Tak Bersalah

Geram, Gerard Pique Unggah Slip Gaji Untuk Buktikan Tak Bersalah

Bek Barcelona, Gerard Pique, geram setelah dituduh menjadi pemain dengan gaji termahal dalam tim. 

Pique menjawabnya dengan mengunggah bukti slip gaji dari Barcelona.

Barcelona mengalami masalah keuangan yang cukup pelik. Barca sampai belum bisa mendaftarkan Ferran Torres sebagai pemain anyar lantaran terbentur peraturan batasan gaji.

Menurut isu yang diembuskan jurnalis asal TV3, Lluis Canut, ada sejumlah pemain yang tidak mau berkorban untuk Barca dengan memangkas gajinya. 

Mereka adalah tiga pemain senior yakni Gerard Pique, Sergio Busquets, dan Jordi Alba.

Dari tiga pemain senior itu, Pique dituding mendapatkan upah paling tinggi. Kapten Barcelona itu dilaporkan menerima gaji 28 juta euro per musim.

Tak terima disudutkan, Pique merespons pernyataan Canut. Ia mengunggah bukti transfer gajinya dari Barcelona yang hanya sekitar 2,3 juta euro. Pique mengaku itu adalah 50 persen dari besar gajinya.

"Ini adalah 50 persen dari gaji pokok saya yang dibayarkan pada 30 Desember 2021. Hargai diri Anda sendiri," tulis Pique di Twitter dengan unggahan foto slip gaji di bawahnya.

Barcelona juga merespons pernyataan Canut dengan mengeluarkan tiga poin bantahan. Barca menegaskan angka-angka yang beredar saat ini tak bisa dipertanggungjawabkan.

1. Informasi soal gaji pemain tim utama dalam hal apa pun belum diberikan oleh klub. Asal kebocoran tidak diketahui.

2. Bagaimanapun, jumlah yang disebutkan dalam informasi itu salah dan tak sesuai kenyataan. Selanjutnya, kasus tiga pemain utama yang diungkap, dengan jumlah yang disebutkan berdasarkan variabel, tidak akan mungkin tercapai.

3. Para pemain yang disebutkan di atas hanya menangguhkan gaji mereka. Pique, Busquets dan Alba menyerahkan sebagian dari gaji mereka ketika mereka menandatangani perpanjangan kontrak musim panas lalu.

"Kami menganggap itu tidak pantas, tidak profesional dan (Canut) telah bertindak dengan itikad buruk dengan menawarkan informasi ini sebagai kebenaran. Kami menyesal bahwa data jenis ini diberikan karena melanggar hak pribadi para pemain dan pantas," tulis Barcelona.