Greysia Polii Masuk Anggota Komite Atlet BWF Periode 2021-2025

Greysia mendapat 126 suara

Greysia Polii Masuk Anggota Komite Atlet BWF Periode 2021-2025
Greysia Polii terpilih sebagai Anggota Komite Atlet BWF Periode 2021-2025 (Foto: Instagram/@greyspolii)

KUALA LUMPUR - Pebulutangkis Indonesia Greysia Polii masuk sebagai anggota Komite Atlet BWF periode 2021-2025. 

Bahkan kesempatan Greysia Polii menjadi ketua atau wakil ketua komite tersebut bisa terjadi. 

Melansir dari laman resmi BWF, Selasa (21/12/2021), pemilihan untuk anggota komite sudah dilangsungkan pada Jumat (17/12/2021). 

Voting hanya diikuti oleh pemain-pemain yang sudah dipilih BWF. 

Para pemain itu kemudian diminta memberikan suaranya secara online lewat situs resmi BWF pada Jumat (17/12/2021) yang dimulai sekira pukul 16.00 WIB. 

Voting kemudian ditutup sekira pukul 21.00 WIB. 

Total ada 162 atlet yang memberikan suaranya. Hasil pemungutan suara itu baru diumumkan pada Sabtu (18/12/2021) malam WIB. 

Hasilnya, Greysia mendapat 126 suara. Dia duduk di peringkat kedua. 

Atlet berusia 33 tahun itu hanya kalah dari wakil Amerika Serikat, Iris Wang, yang mengoleksi 136 suara. 

Empat anggota lainnya adalah  Kim So-yeong (Korea Selatan), Pusarla V. Sindhu (India), Robin Tabeling (Belanda), dan Zheng Siwei (China).

Kim dan Sindhu masing-masing memperoleh 120 suara. Sementara itu, Tabeling mendapat 113 suara, dan terakhir Zheng mengumpulkan 111 suara.

Setelah terpilih, enam anggota baru tersebut akan segera melakukan pertemuan untuk menentukan siapa yang akan menjadi ketua dan wakil ketua. 

Pemain yang terpilih sebagai ketua dan wakil ketua akan menjadi anggota Dewan BWF hingga 2025. 

Setidaknya, ada empat tugas yang diberikan kepada Komite Atlet BWF. 

Pertama, mereka menjadi penghubung resmi antara pemain dengan BWF. Komite Atlet juga secara proaktif mempertimbangkan masalah yang berkaitan dengan pemain dan memberikan saran kepada BWF tentang hal-hal yang terkait dengan pemain.

Kemudian, mereka ditugaskan untuk mewakili hak dan kepentingan para pemain kepada Dewan BWF untuk memastikan pendapat atlet didengar di tingkat tertinggi. 

Terakhir, mereka ditugaskan menjaga kontak serta hubungan baik dengan Komite Atlet IOC.