Kisah Miris Pratama Arhan di Suwon FC: Hanya Jadi Alat Marketing dan Bermain 4 Menit
Pratama Arhan, bek andalan Timnas Indonesia, menjalani pengalaman kurang menyenangkan selama membela klub Korea Selatan, Suwon FC.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
BOLAHITA - Pratama Arhan, bek andalan Timnas Indonesia, menjalani pengalaman kurang menyenangkan selama membela klub Korea Selatan, Suwon FC.
Selama semusim, Arhan hanya tampil selama empat menit di dua pertandingan Liga Korea Selatan 2024, dengan salah satu penampilannya berujung kartu merah. Sementara itu, perannya lebih banyak sebagai model marketing ketimbang pemain utama di lapangan hijau.
Arhan resmi berpisah dengan Suwon FC setelah kontraknya berakhir pada 31 Desember 2024. Klub tersebut menempati posisi kelima di klasemen akhir Liga Korea Selatan 2024, namun kontribusi Arhan di lapangan hampir tidak terasa.
Kepastian tidak diperpanjangnya kontrak Arhan diumumkan Suwon FC, yang merekrutnya dari klub Jepang Tokyo Verdy pada Januari 2024.
View this post on Instagram
Perjalanan Singkat Arhan di Suwon FC
Dilahirkan di Blora pada 21 Desember 2001, Pratama Arhan dikenal sebagai bek kiri yang memiliki kemampuan lemparan jarak jauh, sering menciptakan peluang gol bagi timnya. Namun, potensi tersebut tampaknya tidak sepenuhnya dimanfaatkan di Suwon FC.
Arhan pertama kali tampil di Liga Korea Selatan 2024 pada pekan ke-14 saat Suwon FC bertandang ke markas Jeju United pada 26 Mei 2024.
Dalam laga tersebut, ia bermain beberapa menit sebelum menerima kartu merah. Setelah insiden itu, Arhan hanya duduk di bangku cadangan pada beberapa pertandingan berikutnya, seperti saat Suwon menghadapi Ulsan Hyundai dan Gimcheon Sangmu di pekan ke-21 dan 22.
Statistik yang Menyedihkan
Statistik Arhan selama membela Suwon FC mencatatkan hanya dua kali penampilan dengan total empat menit bermain.
Data ini menjadi sorotan, bahkan dipamerkan oleh media Asia Tenggara, ASEAN Football, di media sosial X. Sorotan semakin tajam karena dalam waktu bermain yang sangat minim itu, Arhan sudah menerima satu kartu merah.
Netizen Bertanya-tanya
Minimnya kesempatan bermain dan keputusan klub untuk tidak memperpanjang kontraknya membuat netizen bertanya-tanya.
Banyak yang mengkritik bagaimana seorang pemain berbakat seperti Arhan tidak diberi kepercayaan di lapangan, melainkan lebih sering digunakan sebagai alat promosi klub.
Kini, setelah meninggalkan Suwon FC, perjalanan karier Arhan akan menjadi perhatian, terutama untuk melihat bagaimana ia bangkit dan melanjutkan kariernya di level internasional.
What's Your Reaction?