Pakbaho : Dedikasi, Pengabdian dan Totalitas Dalam Guru, Pelatih dan Seorang Panglima

Pakbaho : Dedikasi, Pengabdian dan Totalitas Dalam Guru,  Pelatih dan Seorang Panglima
Saud J Naibaho alias Pakbaho

BOLAHITA, MEDAN - Pakbaho. Begitu panggilan akrab dari pria dengan nama lengkap Saud J Naibaho. Dia seorang guru SD, Komika, pelatih sepakbola dan juga sempat masuk ke rana tinju. 

Pakbaho, nama ini tentu sudah sangat familiar di Sumatera Utara. Begitu juga di Indonesia. Tepatnya melalui Stand Up Comedy Academy 2 (SUCA 2) tahun 2016 lalu. 

Pakbaho juga sejatinya tersohor melalui aksinya di atas pagar pembatas Stadion Teladan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, aksinya eks Panglima SMeCK Hooligan tak nampak lagi. Menghilang? 

Pakbaho tak menghilang. Justru aktivitas yang dilakoninya saat ini jauh lebih serius dibanding sebelumnya. Dedikasi, pengabdian dan totalitasnya terus berlanjut. Kini, Pakbaho telah mengantungi lisensi kepelatihan sepakbola. Setiap hari punya kegiatan, berikut wawancara santai, singkat Bolahita bersama Pakbaho. 

Bolahita : Apa kabar Pakbaho dan keluarga di tengah pandemi? 

Pakbaho : Kabar kami semua baik-baik saja.

Bolahita : Sebagai seorang Guru, bagaimana aktivitas di tengah pandemi sekarang ini? 

Pakbaho : Lebih banyak pekerjaan, karena kami mau sampai jam 10 malam masih menghubungi siswa karena tidak selesai pekerjaannya. Yang jelas luar biasa lah.

Bolahita : Apa sih plus minus aktivitas bagi seorang guru ditengah pandemi ini? 

Pakbaho : Kalau menurut Saya, minusnya itu di pekerjaan lebih banyak. Apalagi kalau kita melakukan belajar secara zoom atau google meet. Harus tetap menyiapkan pelajaran bagi siswa yang tidak ikut zoom atau google meet. Ya plusnya, waktu bekerja lebih longgar sedikit.

Bolahita : Kami juga melihat dari postingan di instagram aktif berolahraga. Termasuk tinju. Seperti apa aktivitas disini? 

Pakbaho : Olahraga yang saya kuasai itu sebenarnya tinju. Berhubung ada pengalaman, ada masalah internal di kepengurusan tinju, ya saya harus disingkirkan. Kalau postingan yang sering saya unggah akhir-akhir ini hanya private tinju saja, buat kebugaran bukan prestasi.

Bolahita : Tapi Pakbaho juga baru mendapat lisensi D Nasional untuk pelatih sepak bola? Bagaimana waktu seorang guru, tinju dan sepakbola juga sebagai orang tua tentunya?

Pakbaho : Kalau jadi guru itu kan, aktivitasnya saya di pagi hari. Jadi kalau dengan melatih sepakbola sebenarnya ada hubungannya. Kebetulan saya kan seorang guru SD dan di sepakbola saya melatih grassroot (usia dini), jadi tidak ada masalah. Apalagi yang saya ajarkan kepada anak-anak dasar-dasar sepakbola dengan kegembiraan tanpa ada tekanan.

Jalau di tinju ini saya atur waktunya ketika saya tidak piket di sekolah. Selama pandemi ini, guru di beri jadwal seminggu 3 kali masuk piket. Jadi saya atur jadwalnya kepada yang private. Kalau untuk keluarga tetap saya bagi waktu di rumah dan lapangan. Kadang, keluarga saya bawa ke lapangan untuk menghilangkan kepenatan akibat pandemi.

Bolahita : Kenapa alasan juga mengambil lisensi pelatih sepakbola? 

Pakbaho : Ya itu tadi, supaya bisa melatih di academy atau SSB. Karena guru dengan pelatih sepertinya memiliki tujuan serupa. 

Bolahita : Btw, Pakbaho ini merasa lebih dikenal sebagai apa sih? Komika, guru, eks panglima SMeCK atau guru? 

Pakbaho : Hahahahaha, kalau itu tergantung orang yang menilai. Ya yang jelas ketika mereka melihat saya, semua kegiatan saya itu pasti di hubungkan kepada saya. Tapi yang jelas orang di medan ini tahu saya itu ya Pakbaho.

Bolahita : Masih aktif Komika? Masih nerima job? 

Pakbaho : Sampai sekarang sudah lebih banyak aktif di olahraga tadi. Terkadang ada juga yang masih nawarin job. Tapi Saya langsung mintanya dengan harga yang mahal. Supaya job itu batal, hahahahaha.

Bolahita : Sejauh ini, dunia mana yang menurut Pakbaho paling dinikmati, komika, guru, coach? 

Pakbaho : Yang jelas semua saya nikmati. Kalau guru itu kan profesi saya dan menjadi identitas yang lain cuma sampingan. Tapi pada saat mengajar pun canda-candaan itu selalu saja mau keluar, supaya anak-anak merasa nyaman. 

Bolahita : Kalau disuruh menggarisbesarkan antara aktivitas sekarang sebagai guru, komika dan pelatih? Seperti apa? 

Pakbaho : Apa ya? Guru adalah profesi, melatih hobi, komika cuma iseng-iseng. Tapi apapun itu, semuanya dirangkum sebagai bentuk pengabdian, totalitas dan dedikasi. 

Bolahita : Apa target, harapan terdekat, target di kepelatihan sepakbola? 

Pakbaho : Kepengen mengikuti kursus kepelatihan C Diploma. Mau menambah ilmu sepakbola. 

Bolahita : Jadi kalau disuruh memilih, komika atau pelatih? 

Pakbaho : Ya jelas pelatih. Karena jadi Komika itu hanya musiman saja.

Bolahita : Bagaimana dengan rencana kembali keatas pagar Stadion Teladan? 

Pakbaho : Hahahahahaaha, kalau untuk saat ini jangan lagi. Kasihan para anak-anak muda yang kepingin panggung. Mereka juga pengen berkreatifitas.

Bolahita : Pakbaho bisa dibilang sebagai orang yang punya aktifitas padat. Ada saran masukan ke teman-teman agar tetap bugar? 

Pakbaho : Ya kita harus tetap melakukan apa yang namanya olahraga. Karena dengan berolahraga tubuh kita akan tetap terlatih untuk bugar. Lakukan olahraga yang membuat kita senang. Bisa bermain bola, joging, ngegym dan sebagainya. 

Yang jelas kalau kita meiliki aktivitas yang banyak, jangan lupa konsumsi makanan yang mengandung lemak, protein, dan jangan lupa istirahat agar hidup kita bahagia.