PON Papua : Angkat Berat Putra, Jabar dan Riau Sabet Medali Emas

PON Papua : Angkat Berat Putra, Jabar dan Riau Sabet Medali Emas
Pemenang Cabor angkat berat kelas 93 kg putra, mendali emas diraih Willy Sandria (Riau) perak Abdul Mana Latif (Jambi) perunggu Andi Kurniawan (Kaltim) (PB PON XX Papua/Hadi Abdulloh)

JAYAPURA - Kontingen Jawa Barat dan Riau selalu kehausan menambah pundi emas dari cabang olahraga angkat berat. Hal itu terlihat di Cabor angkat berat 93 kg putra, lifter Willy Sandria dari Riau sukses meraih medali emas, dengan mengumpulkan total angkatan 875 kg.

Peraih medali perak lifter Abdul Latif Mana dari Jambi, mengumpulkan total angkatan 840 kg, sedangkan medali perunggu diraih lifter Andi Kurniawan dari Kalimantan Timur mengumpulkan total angkatan 840 kg.

Lifter Tatang Hidayat dari Papua, di peringkat ke empat memperoleh total angkatan 840 kg, sama dengan pengumpulan total angkatan peraih medali perak dan perunggu.

Sementara angkat berat 105 kg putra, mendali emas diraih lifter Imam Syahrudin dari Jawa Barat dengan total angkatan 880 kg.

Peraih medali perak lifter Sigit Prasetyo dari Riau total angkatan 850 kg, disusul medali perunggu dari DKI Jakarta lifter Ahmad Anshari dengan total angkatan 792,5 kg.

Cabor angkat berat kelas 93 kg, dari Papua menurunkan lifter Tatang Hidayat sebagai juara 4 sedangkan Christo Fernando Waromi mengumpulkan total angkatan sebanyak 805 kg finis di ranking 6.

Christo Waromi kepada wartawan mengatakan, bahwa seluruh barbel mulai angkatan terendah dan tertinggi, saat latihan sudah diujikan. Pengumpulan total angkatan berjalan sempurna. Tetapi ia bingung, kok saat pertandingan resminya fisik drop.

"Beberapa kali angkatan saya gagal. Padahal, saat latihan angkatan bagus dan baik. Saat melakukan angkatan di pertandingan PON saya langsung drop," bebernya.

Di angkat berat kelas 105 kg putra, kontingen Papua menurunkan lifter Musa Kodi. Di sesi angkatan pertama squat, Musa Kodi memiliki rangking teratas.

Tetapi di sesi berikutnya yaitu angkat band press, 3 kali angkatan dilakukan Musa Kodi gagal. Dengan gagalnya Musa Kodi di angkat band press, maka angkatan sesi berikutnya dead lift Musa tidak ikut.