Profil Rendy Oscario, Fokus Bawa Madura United Berprestasi

Rendy Oscario Sroyer merupakan pesepak bola profesional kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1998. Meski lahir di Ibu Kota Indonesia, dia berdarah Papua dari ayahnya Hans Sroyer dan berdarah Banjarmasin, Kalimantan Selatan dari ibunya Yetti Helinda.

Profil Rendy Oscario, Fokus Bawa Madura United Berprestasi
Rendy Oscario

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

BANGKALAN - Rendy Oscario Sroyer merupakan pesepak bola profesional kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1998. Meski lahir di Ibu Kota Indonesia, dia berdarah Papua dari ayahnya Hans Sroyer dan berdarah Banjarmasin, Kalimantan Selatan dari ibunya Yetti Helinda.

Sekarang, Rendy berkostum Madura United FC, yang sedang berkompetisi di BRI Liga 1 2022/2023. Dia menjadi andalan di tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini.

Dari empat laga di turnamen Piala Presiden 2022, dia main sebanyak dua laga dan tidak tergantikan. Begitu juga dengan di kompetisi resmi selalu starter pada empat laga pertama dengan mencatatkan dua kali clean sheet, serta hanya kebobolan tiga kali. Pada empat laga tersbeut, dia bantu tim mengemas 10 poin dan konsisten di puncak klasemen selama empat pekan.

M11bet Situs Online Resmi Indonesia

Di balik kesuksesannya menjadi pesepak bola profesional, Rendy menyukai cabang olahraga tersebut saat berusia sekitar 7 atau 8 tahun. Dia ikut sekolah sepak bola (SSB), yang berlatih di lapangan belakang rumah hingga kelas dua SMP.

Kemudian, Rendy pindah ke Akademi Sepak Bola Inti Olah Prima (ASIOP). Di SSB tersebut, dia mulai terjaring talent scouter Semen Padang FC. Sehingga, saat lulus SMP, diminta berangkat untuk gabung akademi Semen Padang.

Setiba di Padang, Rendy menceritakan, ayahnya langsung melontarkan pertanyaan, tepatnya pada detik-detik kepulangan kedua orang tuanya ke Jakarta. "Orangtua bilang dengan singkat, mau tetap di sini atau ikut pulang ke Jakarta. Saya jawab, Rendy tetap di sini dan mau berproses," curhatnya.

Saat menentukan pilihan itu, kiper murah senyum ini mengaku kebimbangan di dalam hatinya. Lantaran, harus merantau sejak lulus SMP. Tapi, dia langsung menanamkan dalam pikirannya, hal itu merupakan salah satu upaya untuk menuju tangga kesuksesan.

Ya, pilihannya tepat. Rendy berproses di akademi Semen Padang sejak 2013-2016. Pada 2016, dia naik ke Semen Padang U-21. Bagusnya, dia diberi kesempatan berlatih bersama tim senior, walaupun diprioritaskan main di Tim U-21. Sesekali, penjaga gawang ini dilibatkan dalam ajang Indonesia Soccer Championship (ISC).

Ikhtiarnya berbuah manis. Pada 2017, dia resmi promosi ke tim senior. Namun apesnya, Semen Padang harus terdegradasi dari Liga 1. Dia pun bertahan hingga kembali membawa Semen Padang promosi ke Liga 1 2019. Pada musim tersebut, dia sempat jadi proyeksi kiper Timnas Indonesia untuk SEA Games.

Rendy kemudian memulai petualangan baru bersama Persita untuk mengarungi BRI Liga 1 2021/2022. Dia belum menjadi pilihan utama di klub barunya. Tercatat, hanya bermain sebanyak 10 laga. Semusim bersama Persita, Rendy baru berlabuh ke Madura United.

"Saya fokus membawa tim ini (Madura United) berprestasi," janjinya.

View this post on Instagram

A post shared by M11bet (@m11bet)