RESMI : Liga 2 Tahun 2022 Akan Diikuti 28 Tim

RESMI : Liga 2 Tahun 2022 Akan Diikuti 28 Tim

BOLAHITA, MEDAN - PSSI memastikan bahwa Kompetisi Liga 2 tahun 2022 akan diikuti sebanyak 28 tim. Kepastian ini diperoleh setelah melalukan rapat secara virtual bersama Asprov dan Askab, Selasa (7/9/2021).

Jumlah tersebut datang dari beberapa keputusan yang telah diambil untuk digulirkannya Liga 3 di tingkat provinsi hingga putaran nasional. Berikut beberapa keputusan terkait Liga 3 tahun 2021.

Bahwa Liga 3 tahun 2021 akan siap digelar. Akan ada jatah 8 tim Liga 3 yang promosi ke Liga 2. Dan sebanyak 4 tim Liga 2 yang terdegradasi ke Liga 3.

Lalu Liga 3 tingkat provinsi akan digeber mulai bulan Oktober, November dan Desember 2021. Kemudian di tahun ini, PSSI meniadakan babak regional Liga 3. 
Juara dan runner-up up tingkat provinsi akan langsung bertanding di babak nasional pada bulan Januari 2022 yang akan diikuti 64 tim. 

Dan jangan sampai lupa, kuota setiap provinsi ke babak nasional disesuaikan dengan jumlah tim, jumlah pertandingan yang dimainkan pada tingkat provinsi.

Coba tebak, main di Liga berapa tim kebanggaan kalian di tahun 2022?

Sementara itu Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan didampingi oleh Waketum Iwan Budianto, Sekjen Yunus Nusi, dan Wasekjen Maaike Ira Puspita mengapresiasi para Asprov yang bersemangat memajukan sepakbola di daerah.

Untuk tahun 2021 ini, PSSI memutuskan meniadakan putaran regional Liga 3. Itu karena masih dalam pandemi covid-19. Jadi nantinya perwakilan provinsi akan langsung masuk ke putaran nasional. Babak putaran nasional akan diikuti 64 klub.

"Setelah melakukan rapat Komite Eksekutif, kami memutuskan ada 8 klub dari Liga 3 musim ini yang akan lolos ke Liga 2 musim mendatang,” Mochamad Iriawan.

Selain itu untuk kompetisi Piala Soeratin, Piala Pertiwi dan sepak bola pantai juga menjadi rancangan PSSI untuk digelar tahun ini. 

“Kami juga akan segera melaksanakan program workshop dengan sekretaris Asprov dan direktur kompetisi setiap asprov untuk membahas hal-hal teknis terkait program kompetisi, pengembangan dan lain-lainnya. Seluruh Asprov-asprov ini merupakan jantung utama PSSI dalam mengembangkan sepak bola Indonesia,” pungkas Mochamad Iriawan.