Tarung Derajat Siap Buat Kejutan, Bidik 3 Emas di PON 2024
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Pengprov Kodrat Sumut, Tasimin, di Posko Publikasi PON 2024 di Kantor Dispora Sumatra Utara pada Rabu, 26 Juli 2023.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021 lalu, atlet cabang olahraga tarung derajat mengejutkan dengan meraih 1 medali emas dan 1 perak.
Kini Pengurus Provinsi (Pengprov) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Sumatra Utara berambisi untuk mencapai prestasi yang tak kalah gemilang di PON XXI Aceh-Sumatra Utara 2024 mendatang.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Pengprov Kodrat Sumut, Tasimin, di Posko Publikasi PON 2024 di Kantor Dispora Sumatra Utara pada Rabu, 26 Juli 2023.
"Prestasi kita di PON 2021 melebihi target 1 perak di Papua dengan meraih 1 emas dan 1 perak. Ini menambah semangat kami untuk meraih prestasi lainnya. Pada Desember 2022, setelah kejurnas di Bandung, kami langsung mengusulkan nama untuk pelatda. Kemudian berdasarkan hasil Porprov November dan kejurnas, kami mengajukan nama-nama untuk pelatda jangka panjang PON," kata Tasimin, yang hadir bersama pelatih tarung derajat, Hizrah Saputra Harahap.
PON 2024 nantinya akan menampilkan 21 kelas dalam cabang olahraga tarung derajat, dengan 9 kelas untuk petarung putra, 5 kelas untuk petarung putri, dan sisanya untuk seni gerak putra dan putri beregu.
"Sekarang kita telah disetujui untuk mengikuti semua 21 kelas. Jadi mulai Juni 2023, kami akan melakukan tes fisik tambahan untuk melengkapi kuota atlet. Ini sudah disetujui oleh KONI Sumut," tambahnya.
Para atlet saat ini berlatih di Kawah Derajat, yang dibangun secara swadaya di Kecamatan Medan Marelan. Tempat latihan ini memiliki fasilitas indoor dan outdoor serta kolam renang.
"Kawah Derajat dibangun tanpa bantuan APBD. Seluruh atlet dikarantina sepenuhnya dan mereka dibimbing oleh 4 pelatih," ungkapnya.
Namun, dalam pelatda ini, dua atlet yang telah meraih medali di PON 2021, yakni Farhan Attamamil dan Rizki Firdaus, tidak ikut serta. Farhan diketahui tengah mengikuti pendidikan untuk menjadi anggota polisi.
Tasimin tidak merinci alasan kedua pemain tersebut tidak berpartisipasi di PON 2024, namun ia menyatakan bahwa atlet yang tidak disiplin akan dikeluarkan.
"Atlet yang tidak disiplin akan kami coret. Jika ada atlet yang dianggap prioritas tetapi perilakunya tidak mendukung prioritas, kami akan mencoretnya. Saya telah menghabiskan banyak dana untuk membangun Kawah Derajat," tambahnya.
Meskipun dua atlet tersebut tidak berpartisipasi, Tasimin yakin bahwa cabang olahraga tarung derajat masih memiliki potensi untuk meraih prestasi.
Semua atlet berlatih dengan maksimal dan memiliki peluang untuk berprestasi. Olahraga ini merupakan cabang yang tidak bisa diprediksi dan membutuhkan mental yang kuat agar tidak merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih.
Selain itu, Tasimin berharap dapat mendatangkan pelatih dari luar Sumatra Utara untuk membantu mengembangkan olahraga ini.
Ia menegaskan bahwa tujuan di periode kepemimpinannya adalah untuk minimal meraih peringkat ketiga secara keseluruhan dalam PON. Targetnya adalah setidaknya meraih 3 emas, 3 perak, dan 5 perunggu.
Tasimin juga telah melakukan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam mencapai target tersebut.
Tasimin berharap KONI Sumut bisa memfasilitasi tryout di luar daerah, baik untuk kelas petarung maupun seni gerak, sehingga potensi atlet dari berbagai daerah dapat diidentifikasi.
Wasping Tarung Derajat Sumut, Yusriando, mengatakan bahwa mereka yakin cabang olahraga tarung derajat bisa mencapai prestasi maksimal dengan fasilitas dan perkembangan yang ada. KONI Sumut sering melakukan kunjungan untuk memantau dan mendukung perkembangan atlet.
What's Your Reaction?