Terima Penghargaan Waspada Award 2021, Suripno : Ini Jadi Pelecut Semangat

PP PBSI memastikan Pengprov PBSI Sumatera Utara mendapat jatah pelaksanaan kejuaraan bertajuk Sirkuit Nasional

Terima Penghargaan Waspada Award 2021, Suripno : Ini Jadi Pelecut Semangat
Ketum Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin (dua kanan), foto bersama Ketua BPK RI sekaligus Ketum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, usai menerima penghargaan (foto : PBSI Sumut)

MEDAN - Ketua Umum (Ketum) Pengprov PBSI Sumatera Utara, Suripno Ngadimin, menyebut pihaknya akan terus berjuang dan berusaha demi bulutangkis Sumut bisa meraih prestasi baik level nasional maupun internasional di masa yang akan datang.

Demikian dikatakan Suripno kepada awak media, usai menerima penghargaan Waspada Award 2021 untuk kategori Tokoh Pembangunan Olahraga Sumatera Utara, sekaligus HUT Harian Nasional Waspada ke-75 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Selasa (11/1/22) malam.

Diketahui, Suripno menjadi tokoh masyarakat Sumut kedua dari etnis Tionghoa yang menerima penghargaan Waspada Award, setelah sebelumnya ada nama Sofyan Tan penerima pertama.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dan Ketua BPK RI sekaligus Ketum PP (Pengurus Pusat) PBSI, Agung Firman Sampurna, yang juga menerima penghargaan di acara tersebut.

"Tentu penghargaan ini menjadi pelecut semangat bagi kami di Pengprov PBSI Sumut agar ke depan bisa berbuat lebih baik lagi demi prestasi di masa depan," ucapnya.

Pria yang juga menjabat Anggota Dewan Pengawas PP PBSI ini menyebut penghargaan itu tak lepas karena di awal-awal kepengurusan periode 2018-2022, pihaknya fokus ke pembenahan sarana dan prasarana di GOR Bulutangkis Sumut.

"Di akhir (periode 2018-2022), kami fokus ke SDM, baik wasit dan pelatih, dan ini akan terus kami laksanakan di peningkatan SDM di periode selanjutnya (2022-2026). Ini tak lain demi prestasi di masa yang akan datang," sebutnya.

"Terlebih tugas berat menanti kami, karena Sumut menjadi tuan rumah PON 2024 bersama Aceh, dan cabang bulutangkis main di Sumut. Apalagi Pak Gubernur meminta, Sumut harus bisa berprestasi di rumah sendiri," imbuhnya.

Jatah pelaksanaan kejuaraan bertajuk Sirkuit Nasional (Sirnas)

Sebelumnya PP PBSI memastikan Pengprov PBSI Sumatera Utara mendapat jatah pelaksanaan kejuaraan bertajuk Sirkuit Nasional (Sirnas) atau masuk dalam kalender resmi (kompetisi) PBSI tahun 2022.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, saat silaturahmi dan berkunjung ke GOR Bulutangkis Sumut, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Selasa (11/1/22) sore.

"Tahun ini kita akan menyelenggarakan salah satu rangkaian Sirkuit Nasional (Sirnas) yang levelnya paling tinggi yakni Sirnas A, yang akan kita laksanakan di Medan," tegas Agung.

"Kita pastikan salah satunya adalah Medan (Pengprov PBSI Sumut), dari 4 pelaksanaan Sirkuit Nasional selama tahun 2022 (masuk kalender PBSI 2022)," tambahnya.

Dikesempatan itu, Agung juga telah mengumumkan Sumut menjadi tuan rumah Pelatwil untuk wilayah Indonesia bagian Barat. Di mana Pelatwil ini khusus untuk Pelatnas junior.

"Sekarang tercatat ada 17 ribu atlet bulutangkis di Indonesia. Persaingan masuk pelatnas sangat ketat. Untuk merekrut (Anthony) Ginting-ginting yang baru, butuh sarana," ucapnya.

"Pelatnas (Cipayung) sudah tidak memadai. Perlu pemisahan antara atlet junior dan senior. Makanya salah satu program PBSI itu pelatnas terdesentralisasi atau Pelatwil," tuturnya.

Sementara Ketum Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin, mengucap terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PP PBSI kepada pihaknya terpilih menjadi salah satu tuan rumah untuk Sirnas.

Dari itu, dirinya berharap pihaknya mendapat dukungan penuh dari PP PBSI agar bisa menyelenggarakan kejuaraan yang lebih tinggi lagi levelnya atau bertaraf internasional, yakni level Super Series di tahun ini.

"Seperti disampaikan Pak Agung, kolaborasi antara olahraga dengan industri khususnya pariwisata cukup sukes selama Indonesia Badminton Festival di Bali kemarin," bebernya.

"Makanya seandainya kita dapat satu super series di sini, diyakini belasan negara bakal berpartisipasi dan saya yakin pariwisata Sumatera Utara akan terdongkrak. Terlebih pariwisata super prioritas, Danau Toba, yang digaungkan pemerintah pusat akan ikut terdongkrak dan bisa masuk menjadi devisa negara," tutupnya.