Tiga Alasan Yang Membuat Manajemen PSIM Ngotot Ingin Pertahankan Seto Nurdiyantoro

Belum Berikan Jawaban, Seto Masih Ingin Liburan dari Sepakbola

Tiga Alasan Yang Membuat Manajemen PSIM Ngotot Ingin Pertahankan Seto Nurdiyantoro
Seto Nurdiyantoro pelatih PSIM Jogja musim 2021

JOGJA - Meskipun gagal membawa PSIM Jogja promosi ke Liga 1, sepertinya keberadaan pelatih Seto Nuriyantoro aman. 

Manajemen klub PSIM Yogyakarta sudah bertekad mempertahankan Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih. 

Seto dianggap mampu menaikkan level tim dengan deretan tim bertabur bintang di Liga 2.

Bima Sinung, CEO PSIM, mengatakan sudah menawarkan pembaruan kontrak tetapi belum menerima jawaban lantaran Seto ingin istirahat sejenak dari sepakbola.

"Kami sudah tawarkan dan akan segera follow up untuk pembicaraan lebih lanjut. Yang pasti manajemen sangat serius untuk mempertahankan Seto," kata Bima Sinung, Sabtu (1/1/2022).

Dijelaskan, ada banyak alasan yang membuat manajemen serius ingin mempertahankan Seto. 

Pertama, Seto pelatih kaya taktik yang cukup diperhitungkan di sepakbola tanah air. Ia bahkan pernah disebut netizen cocok melatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Sejak membawa PSS ke Liga 1 lalu merasakan kerasnya persaingan di kasta tertinggi, pelatih asal Kalasan itu cukup diperhitungkan tim-tim lain.

Seto juga menyukai sepakbola menyerang dengan formasi 4-3-3 yang bisa bertranformasi menjadi banyak form saat bertahan. Taktik dan strateginya mampu membuat PSIM membalikkan banyak prediksi negatif usai dua hasil buruk di awal musim Liga 2.

PSIM menjadi tim terlama yang tak terkalahkan di Liga 2. Dijelaskan, alasan kedua adalah Seto mampu menaikkan level pemain, dari teknis sampai mental.

Di Liga 2, kekuatan Laskar Mataram kurang mentereng dibandingkan para semifinalis seperti Rans, Persis Solo, dan Dewa United. 

Hanya Purwaka Yudhi, Beni Wahyudi, Aditya Putra Dewa, dan Irham Irhaz yang punya pengalaman di sepakbola Indonesia.

Namun, program dan analisisnya melahirkan banyak nama-nama baru yang mencuri perhatian. 

Yudha Alkanza menjelma menjadi mesin penyeimbang lini tengah. Determinasi dan pembacaan ruangnya di atas lapangan banyak membantu transisi tim.

Ahmad Baasith ditakuti karena mampu menjadi gelandang perompak bola. Lalu di lini depan, nama-nama seperti Sugeng Efendi dan Arberta Rockyawan disorot. 

Seto memang dikenal mampu menyulap pemain muda menjadi sosok penting bagi tim.

Saat melatih PSS, ia menyulap banyak pemain seperti Irkham Milla yang sempat dipanggil Tim Nasional (Timnas), Wahyu Sukarta, dan banyak lagi pemain lainnya.

Alasan ketiga, dipercaya suporter. Meski mendapat dua hasil buruk di awal fase grup, suporter PSIM tetap memberi dukungan pada Seto.

Kepercayaan suporter itu dijawab hasil positif di pertandingan sisa. Kemenangan lawan Persis Solo disambut gegap gempita. Seto juga memberi kado tiket 8 besar Liga 2 lalu lolos ke semifinal usai melewati tiga pertempuran hidup mati di 8 besar.

Terpisah, Seto sendiri enggan jemawa dengan raihannya bersama PSIM. "Saya hanya mau istirahat sejenak usai melewati jadwal padat. Mungkin satu sampai dua minggu baru ada jawaban," kata Seto.