Indra Sakti : Satu Kata, Lawan!

Indra Sakti : Satu Kata, Lawan!

Indra Sakti : Satu Kata, Lawan!
Indra Sakti<br>
Surat teguran kedua lagi diberikan Pamong Praja Kota Medan kepada Indra Sakti Harahap. Kemarin siang di Mes Kebun Bunga, tiga  orang perwakilan berpakaian satpol PP memberikan surat itu langsung kepada ketua umum.<br><br>Apakah PSMS Medan akan cabut dari mess? "Lawan," kata Indra Sakti dengan tegas. Menurutnya tidak ada alasan yang kuat bagi kepla dinas yang mengeluarkan surat untuk mengusir Suimin Diharja dari tempat itu.<br><br>"Saya menghormati Pemko Medan.Tapi surat Dinas Pertamanan tak bisa kami terima. Jika dia peraturan daerah, maka kami akan patuh. Jika pemko medan sebgai penyedia barang dalam sebuah pembangunan aset daerah, maka aturannya tentang penyediaan barang dan jasa. Kalau pelayanan publik, hukumnya perda yang bisa mengikat masyarakat medan. Tapi kalo hnya dinas pertamanan, maaf ini tidak mengikat," jawab Indra.<br><br>Sekali lagi ketua umum yang terpilih melalui dukungan 27 suara ini bingung atas surat yang ditujukan kepada mereka. Aaplagi sebuah surat dari kepala dinas yang sama sekali tak bisa mengikat masyarakat.<br><br>"Sampai sekarang kami belum menemukan kesalahan. Malah kami sudah memberitahukan kepada mereka dan kami tak memerlukan izin. Kecuali penggunaan mes ini berbentuk perda, maka kami akan mematuhinya. Jadi tidak ada dasar hukum dan aturan kami berangkat dari mes," sambungnya.<br><br>Bahkan Perda itu sendiri katanya dibuat dengan tidak melanggar aturan yang ada di atasnya. "Di surat teguran ini apa dasarnya? Layanan publik itu seperti apa? Bayar iuran atau apa, kami sanggup kalau membayar. Dasar kami tak boleh memakai mes ini apa. Perda no 31 tahun 2002 itu seperti apa?. Tidak jelas ketentuan adminitrasinya. Jadi dijelaskan jugalah seperti apa perda itu," tegas Indra lagi<br><br><br>Justru kata Indra hal ini sebuah bentuk semena-mena dan buah KKN. "Kami balik somasi balik mereka. Minggu depan akan kami kirimkan surat somasi. Paling lama Rabu depan," pungkasnya. <br><br>Keanehan memang sedang terjadi saat ini. Pasalnya beberapa tahun lalu, di mes Kebun Bunga Bintang Medan pernah menggunakannya. Bahkan bersebelahan dengan PSMS Medan yang mengikuti kompetisi resmi PSSI.<br><br>Tapi pihak Dinas Pertamanan tidak ada memberikan surat teguran kepada klub yang tidak membawa nama PSMS Medan. "Bintang Medan dulu juga disini, bisa dua dengan psms. Ngak diusir. Bahkan namanya bukan psms," ujar Sariono. (Bolahita)<br>