BOLAHITA, BALI - Kontrak pemain sepak bola profesional Indonesia akan makin mengecil pada musim ini. Situasi pandemi Covid-19 jadi alasan untuk mengurangi gaji dalam semusim.
Hal tersebut sudah diperlihatkan Madura United. Klub asal Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur, ini baru saja mengontrak Alberto Goncalves, striker naturalisasi.
Menariknya, Beto, sapaan Goncalves, mengaku kontraknya lebih kecil dari musim sebelumnya. Namun, Beto hanya pasrah karena situasi dan kondisi saat ini tak ideal.
"Saya suka di Madura. Walaupun nilainya tidak sebesar musim lalu, tapi saya terima, karena situasi memang sedang tidak normal,†ucap pemain berusia 40 tahun ini.
"Saya rasa, semua pemain Madura United juga demikian,†Beto menambahkan. Ini menjadi sinyal bahwa semua pihak harus siap hak-haknya tak normal lagi.
Bali United juga melakukan hal serupa. Kontrak baru Ilija Spasojevic disebut-sebut tak sebesar sebelumnya. Namun, ini hanya romur yang bereda di media sosial.
Manajemen Bali United tak mengungkap fakta soal kontrak. Hanya saja, isu ini menguat sebab negosiasi kontrak dengan Stefano Lilipaly masih berlangsung alot.
Sejatinya, pengetatan ikat pinggang atau pengurangan gaji dan kontrak bukan barang baru. Sejak kompetisi dihentikan, gaji pemain Liga 1 dan Liga 2 2020 sudah dikurangi.
Mengenai persoalan kontrak ini, belum ada pernyataan dari Asosisi Pemain Profesional Indonesia (APPI), sebagai tempat pemain melakukan politik kontrak.
Satu yang pasti, jika turnamen pra musim dan kompetisi jadi dilangsungkan pada musim ini, pemain dan pelatih harus siap-siap pemasukannya tak sebesar musim lalu.