Direktur Teknik Paparkan Program Timnas ke Ketum PSSI

Direktur Teknik Paparkan Program Timnas ke Ketum PSSI

Jun 9, 2020 - 17:18
 0
Direktur Teknik Paparkan Program Timnas ke Ketum PSSI
Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri
BOLAHITA, JAKARTA - Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri melakukan paparan dan koordinasi program Tim Nasional Indonesia kepada Ketua Umum, Mochamad Iriawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2020). Koordinasi dilakukan untuk hasil positif Timnas Indonesia yang akan mengikuti berbagai agenda internasional.

Pada kesempatan ini juga hadir Wakil Ketua Umum Iwan Budianto, anggota Komite Eksekutif Endri Erawan, Juni Rahman, Yoyok Sukawi, Ahmad Riyadh, Vivin Sungkono, Plt Sekjen Yunus Nusi, Wasekjen Maaike Ira Puspita, Staf Khusus Leo Siegers.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa coach Indra Sjafri selaku Direktur Teknik PSSI memberikan berbagai update, rencana dan program setiap berbagai Timnas Indonesia.
View this post on Instagram

Apa Itu Rapid Test? . Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. Prosedur dan Interpretasi Hasil Rapid Test Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10â€"15 menit setelahnya. Hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona. Oleh karena itu jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang sekali lagi 7â€"10 hari setelahnya. Anda juga tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat. (sambung di kolom.komentar) . #stayhomewithBolahita #psmsbukanpunyauwak #Bolahita #fotohita #videohita #psms #bolasumut #bolaindonesia #raprapattitude #ribaksude #raprap #tulangBolahita #horasindonesia #psmsforthefuture #Bolahitaforthefuture #covıd19 #stadionkebunbunga #viruscorona #dirumahaja #rapidtest #rapidtestpsms

A post shared by Bolahita/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> BOLAHITA (@Bolahita) on


"PSSI tentu mendukung program yang terbaik untuk Timnas Indonesia apalagi tahun depan kita akan berlaga di Piala Dunia U-20. Tentu kami ingin berprestasi di setiap ajang yang diikuti. Namun kami juga harus melihat situasi masa pandemi Covid-19 untuk melakukan program Timnas terutama saat pemusatan latihan," kata Mochamad Iriawan.

Sementara itu, Indra Sjafri mengatakan bahwa atas arahan Ketua Umum PSSI, ia melakukan pemaparan program dan rencana Timnas Indonesia seperti tim Senior, U-19, U-16, dan Wanita.

"Kami paparkan berbagai rencana serta program dengan melihat situasi terkini yang masih dalam pandemi Covid-19," kata Indra Sjafri.

"Untuk itu, kami dari Departemen Teknik ingin persiapan Timnas U-19 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021 segera bentuk kerangka tim. Program periodesasi persiapan Timnas U-19 segera dibuat hingga event dimulai. Timnas Senior juga menjadi perhatian serius PSSI karena berhubungan dengan ranking FIFA. Pemusatan latihan jangka pendek tidak dianjurkan karena alasan kesehatan dan izin keluar masuk pemain," tambah Indra Sjafri.

Selain program Timnas Indonesia, pada pertemuan ini juga dilalukan koordinasi terkait persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Dan juga laporan persiapan kompetisi lanjutan Liga 1 dan 2 2020 yang dipaparkan Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno.

Seperti diketahui, saat ini berbagai event FIFA atau AFC yang diikuti Timnas Indonesia ada yang masih sesuai jadwal dan sudah digeser jadwal pertandingannya. Namun FIFA atau AFC masih akan terus memantau perkembagan kondisi yang saat ini hampir seluruh dunia mengalami pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan mereka ingin memastikan keselamatan para pihak yang terlibat seperti pemain, pelatih, panitia pertandingan, penonton, dan lain-lainnya. Sehingga jadwal yang sudah dirilis tentu masih bisa diubah jika dalam keadaan darurat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow