Memenuhi pencapaian target PON XVIII/2012 Riau yang dibebankan Pengprov PJSI
Sumut tentu menjadi prestasi tersendiri bagi, Riki Ramadhani. <br><br>Pasalnya, pejudo muda
Sumut yang meraih medali perak pada perhelatan olahraga akbar nasional itu diajak bergabung masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) tim judo Indonesia yang diproyeksikan untuk pagelaran Sea Games 2013 di Myanmar. <br><br>Meski mendapat tawaran , pejudo kelahiran
Medan, 12 Mei 1987 tersebut masih menimbang-menimbang. Sebab, Riski yang kini berusia 25 tahun itu lebih memilih menuntaskan pendidikannya yang saat ini tengah menyusun skripsi demi memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Fisipol Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara (UMSU). <br><br>"Sebenarnya cukup tertarik (masuk Pelatnas), apalagi ini kesempatan pertama bagiku bisa bertarung di pentas Sea Games," ujar Riki.<br><br>Selain itu, di usianya sekarang Riki berkeinginan memperoleh sebuah pekerjaan yang layak. Malah kehadiran pekerjaan tersebut menjadi pilihannya untuk meraih masa depan. Seperti rekan-rekannya di olahraga ini yang mendapatkan pekerjaan setelah berprestasi membawa nama daerah
Sumut di arena judo. <br><br>"Berprestasi di olahraga judo sebenarnya bisa diharapkan, tapi harus juga disokong dengan sebuah pekerjaan tetap untuk masa depan," yakinnya lagi.<br><br>Diakuinya, sebelum ini dirinya memang pernah terpilih masuk Pelatnas untuk Sea Games 2009 di Laos. Kesempatan tersebut diperolehya juga berdasarkan prestasi merebut medali perak di arena PON XVII/2008 di Kalimantan Timur (Kaltim). <br><br>Akan tetapi setelah namanya mencuat, ternyata Riki gagal bergabung ke Pelatnas di Jakarta karena sesuatu hal yang tidak dapat diungkapkannya. "Tiba-tiba batal, gak tau apa masalahnya, tapi ya sudahlah," timpalnya.<br><br>Makanya untuk saat ini Riki mengaku memilih masa depannya terlebih dahulu ketimbang berprestasi di arena judo. Sebab sampai saat ini belum ada garansi pekerjaan yang diberikan pemerintah ataupun perusahaan daerah di
Medan kepada dirinya. <br><br>Apabila garansi pekerjaan tersebut diperolehya, Riki mengaku dapat memikirkan kembali untuk segera bergabung ke Pelatnas di Jakarta. "Tergantung om Bayu Fadlan juga, kalau diizinkan ya saya berangkat," jawabnya. <br><br>Karir sulung dari tiga bersaudara pasangan Suprayetno dan Nurhidayah ini awalnya tidak mengenal olahraga judo. Namun karena keinginannya menggeluti olahraga bela diri membuat dirinya berlatih seni bela diri asal Jepang itu. <br><br>"Aku suka olahraga bela diri, awalnya mau pilih taekwondo. Tapi pas kebetulan seorang paman menyarankan agar aku berlatih judo, Alhamdulillah membuahkan hasil," ucap Riki sumringah. <br><br>Saking berbakatnya di olahraga ini, Riki kerap meraih juara di tiap kejuaraan judo yang diikutinya. Di antaranya, juara II di Championship Sambo di Uzbekistan tahun 2008, medali perak PON Kaltim, juara II sekaligus pemain terbaik di kejuaraan judo Singapura 2011, Juara I di Kejurnas Kartika cup 2012 dan teranyar medali perak di PON XVIII/Riau 2012. (
Bolahita)<br>