Sabtu (22/6) lalu, sebelas pemain
PSMS Medan yang selama ini berada di Jakarta menuntut kejelasan gajinya kembali ke
Medan. Setelah lebih sepekan hidup dengan pesakitan, Alamsyah Nasution dapat tiket Jakarta -
Medan dari Sukri, manajer
PSMS LPIS.<div><br></div><div>"Saya dipercaya oleh pak manajer (Sukri, Red) untuk berkomunikasi ke sebelas pemain. Intinya memang pak Sukri yang memberikan tiket kepulangan mereka kemarin malam ke
Medan," ujar Edy Syahputra pelatih
PSMS LPIS. </div><div><br></div><div>Apa yang dilakukan
PSMS LPIS ini kata Edy tak memiliki niat lain. Mereka hanya berusaha mewujudkan salah satu bentuk keprihatinan sesama insan sepak bola.</div><div><br></div><div>"Buat apa ada maksud yang aneh-aneh atau hal ini mau dibilang cari muka. Manajer memang niat membantu. Apalagi sesama insan sepak bola, terlebih kita sama-sama merasa anak
Medan. Jangan sampai ada yang sengsara di Jakarta," bilang Edy.</div><div><br></div><div>Namun sebelum membelikan tiket sebelas pemain, Edy mengaku telah berkoordinasi dengan Suharto pelatih
PSMS LPIS. </div><div><br></div><div>"Saya tak mau melangkahi bang Harto (Suharto, Red). Kami sudah berdialog dan bang Harto bilang tak masalah. Kita melakukan ini hanya karena sama-sama anak
Medan. Pemain bola lain yang berasal dari
Medan juga membantu mereka kok," pungkasnya.</div><div><br></div><div>Kembali ke Kota
Medan tidaklah terlalu buruk. Pemain telah mendapat pengakuan dari CEO PT. Liga Indonesia, Joko Driyono soal pengiriman sisa uang subsidi sebesar Rp200juta. Lantas, ke rekening siapakah uang ini bakal dikirim? (
Bolahita)</div>