BOLAHITA.COM - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin tak mau tegas dalam menerangkan legalitas kepengurusan
PSMS Medan.
Berbahasa politis dan dinamis, itulah menggambarkan betapa rumitnya kondisi tim Kota
Medan ini. Tapi soal sanksi, Djohar tak ragu. Jika
PSMS masih belum bisa menyelesaikan konfliknya, maka musim depan Ayam Kinantan hanya menjadi penonton saja.
"Ini semua kembali ke keputusan anggota klub PSMS. Rangkul pengurus lama, seperti Indra Sakti dan Benny. Biar di kemudian hari tidak ada masalah lagi soal legalitas. Dan rapat anggota klub mengutamakan harus legalitas," ujar Djohar Arifin.
"Semua harus tunduk ke AD/RT. Musim depan
PSMS harus satu. Kalau tidak satu, harus kita tinggalkan. PSSI tidak mencampuri urusan klub dan PSSI memegang yang sesuai dengan AD/RT," sambungnya.
Soal
PSMS mana yang diakui, Johar menjawabnya dengan aman. Padahal sesuai keputusan kongres PSSI lalu, kepengurusan dibawah Indra Sakti yang dipercaya oleh PT. Liga Indonesia. "Sampai saat ini, keduanya masih diakui oleh PSSI," jawabnya singkat kepada klub-klub anggota PSMS.