BOLAHITA, MEDAN - PSMS menyarankan agar pemanggilan pemain dari satu klub yang memperkuat skuat timnas Indonesia di Piala AFF 2018 tak lebih dari tiga orang saja.
Dengan demikian klub yang ditinggal pemain tetap bisa berjalan dengan skemanya. "Saya berpikir jangan sampailah klub-klub ini kehilangan banyak pemain. Kalau hanya dua, saya pikir klub tetap berjalan sesuai jadwal," kata Djajang Nurdjaman pelatih
PSMS Medan.
"Namun kalau pemanggilan pemain memperkuat timnas lebih dari tiga, sebaiknya harus ada keterkecualian. Misalnya ada range reschedule bagi klub bersangkutan," sambungnya.
Dengan demikian klub-klub akan legowo melepas para pemainnya memperkuat timnas. "Sekalipun itu pemain inti, tapi ini demi tim nasional. Kita harus rela melepas, ya tapi ada batas jumlahnya," harap Djanur panggilan akrab Djajang Nurdjaman.
Pengurus klub juga melihat sisi nasionalisme dalam pemanggilan pemain tersebut. Klub manapun tak boleh mencegah pemanggilan ini. "Inikan membela negara, jadi kalau pemain dipanggil, ya klub harus lepas," kata Julius Raja sekum
PSMS Medan.
Namun jika dalam jumlah yang banyak, pengurus
PSMS Medan meminta PSSI juga harus bisa memberikan solusi. Supaya klub tidak terlalu rugi kehilangan pemain di kompetisi.
"Mulai dari pengaturan ulang jadwal si klub. Entah dengan memulai membahas ini sejak sekarang dan berkoordinasi dengan pelatih masing-masing klub. Ini penting," pungkas Julius Raja.