BOLAHITA.COM - Pasca terbentuknya Komite Penyelamat dan bakal digelarnya Rapat Anggota Luar Biasa (RALB), kondisi
PSMS Medan dianggap kritis.
Jalan menuju lahirnya dualisme semakin lebar. Jika terjadi, goodbye Ayam Kinantan. Musim depan kita cuma penonton. Jika ini terjadi, inilah yang dinamakan salah satu tanda kiamat.
Para fans fanatik
PSMS tak ingin hal ini terjadi. Tim kebanggaan Kota
Medan ini harus benar-benar bangkit. Pengurus harus "demi PSMS" dan bukan mau di PSMS. Berikut pesan Kapten Christian, Master Miclyn Express Offshore CB Express 59 Vayacon Dios yang sedang berada di Kuwait untuk PSMS.
"Buat komite penyelamat PSMS, apakah tindakan saat ini benar-benar memang demi sebuah solusi atau hanya usaha demi kepentingan-kepentingan pribadi?
Untuk para pengurus lama yang ikut berkecimpung dalam komite atau panitia, sadar dirilah. Kami ingin
PSMS bersatu, bukan diselamatkan," ujarnya melalui blackberry mesenger (bbm) ke
Bolahita.com.
Christian mengharapkan
PSMS tak malu belajar dari Sihar Sitorus bersama Produta. "Saya memang belum pernah berinteraksi langsung dengan pengurus PSMS. Tapi Saya bisa rasakan dan faktanya tim ini sudah tanpa prestasi. Malah yang ada utang kepada pemain, pelatih dan official.
PSMS semakin ngeri," sambungnya.
Harapan ke Djohar Arifin pun digantungkannya. Jika memang benar-benar demi PSMS, ketua PSSI itu seharusnya mampu membenahi persoalan intern klub daerahnya sendiri.
"Perbaiki PSMS, sehingga rakyat nasional percaya akan kepemimpinan anda nantinya," pungkas Christian yang malam ini harus berlayar dari Kuwait ke Al Basra Irak.