Seperti ketakutan,
PSMS Medan PT LPIS langsung mengklaim memiliki Julius Raja yang bakal menjadi dutanya di Kongres PSSI, 17 Maret mendatang. Dengan cepat, pemberitaan pun dimunculkan dalam media. <div><br></div><div>Namun sayangnya, klaim memiliki hak sebagai wakil di kongres mendapat cemohan dari berbagai pihak. Pasalnya, Julius Raja sendiri kini bernaung di
PSMS PT LPIS. Sedangkan voter Solo terdiri dari klub-klub yang berada di PT Liga Indonesia (LI). Dan
PSMS Medan PT LI sendiri kini tengah berkompetisi dan sudah bertanding tiga kali. </div><div> </div><div>"Setahu Saya, untuk Kongres PSSI nanti adalah Voter Solo dan undangan bukan atas nama pribadi melainkan institusi atau klub. Kalaupun dulu Julius Raja ada di Solo, tapi dia kan personnya. Nah ini yang diundang dalam surat FIFA adalah klubnya bukan personnya. Klub (PSMS) yang kini ada di PT Liga tentunya menjadi undangan voter Solo nantinya," jawab Fityan Hamdy sekretaris tim PSMS. </div><div><br></div><div>"Ada-ada saja julius ini, pantang tak top. Sebaiknya dia membaca isi surat yang dikirimkan FIFA itu. Dulu pro KPSI, eh sekarang malah pro PSSI. Kanan kiri oke kayaknya pria yang satu ini," tambah Matius dengan tertawa.</div><div><br></div><div>Berdasarkan surat itulah, Julius Raja diminta jangan membuat opini buta kepada masyarakat. Begitu juga dengan media agar menyortir segala komentar yang tak berbobot. </div><div><br></div><div>"Sekalipun Idris atau Rahudman yang diundang saat di Solo lalu, tetaplah kepada institusinya (klub
PSMS PT Liga Indonesia) undangan yang diberikan. Masa hal simple dia ngak mengerti itu. Atau pintar-pintar dia saja ya?," pungkas Matius. (fery ardiansyah/
Bolahita) </div><div> </div>