Pewushu Sumut Harus Maksimal di Pra Pon Jabar
Pewushu Sumut Harus Maksimal di Pra Pon Jabar
Dalam acara penglepasan di Padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI), Jl Plaju Medan, Jumat (18/9), Eddy meminta para atlet Medan berjuang maksimal sehingga target meraih tiket lolos PON 2016 tercapai.
“Seluruh atlet Medan mesti berjuang maksimal. Jangan pikirkan kalah atau menang, main lepas saja. Biasanya, kalau bertanding tanpa beban, peluang menangnya justru akan lebih besar,” ucap Eddy memotivasi atlet pantang menyerah mengharumkan Kota Medan dan Sumut.
“Lakukanlah yang terbaik, masyarakat Medan akan selalu mendukung. Semoga kita mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.
Didampingi Ketua WI Medan Darsen Song, Sekum KONI Medan Ahmad Haswin Nasution ST, Waketum Julius Raja SE, dan Kabid Binpres Drs Bambang Riyanto, Eddy mengaku salut atas keberhasilan Padepokan YKWI menelurkan atlet-atlet andalan Sumut dan menjadi tulang punggung Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
“Saya memberikan apresiasi dan salam hormat kepada Master Supandi Kusuma selaku Pembina Padepokan YKWI. Berkat tangan dingin beliau, padepokan ini mampu memunculkan atlet-atlet berprestasi internasional,” katanya.
Eddy juga memuji keberhasilan atlet wushu kebanggaan Medan, Juwita Niza Wasni yang meraih medali emas Asian Games 2014 di Seoul, serta Lindswell dan Haris Horatius yang menyumbangkan medali emas SEA Games 2015.
“Saya harap prestasi tersebut menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet Medan lainnya untuk meraih prestasi terbaik di Kejurnas yang sekaligus ajang Pra PON,” katanya.
Darsen Song menyebutkan 14 atlet Medan yang memperkuat kontingen Sumut dalam Kejurnas 2015 adalah Aldy Lukman, Charles Sutanto, Fredy, Eric Losardi, Haris Horaius, Nicholas.
Lalu, Jodis, Wilbert Sanjaya, Lindswell, Juwita Niza Wasni, Dwi Arimbi, Dessy Indri Astuti, Siti Novia Sari, dan Sofyan Nicolas. Mereka didampingi tiga pelatih, yakni Sandry Liong, Howandy Santoso, Neri Agus Manulang, dan Darsen Song sebagai manajer tim
What's Your Reaction?