Berbeda dengan PSSI, stasiun televisi Al Jazeera Sports sepertinya sangat tertarik akan kasus percobaan pengaturan skor yang terjadi di
PSMS Medan. Tak hanya itu, mereka juga melakukan reportase soal gajinya yang belum dibayarkan. <div><br></div><div>Hal itu terlihat saat merekam aktivitas Irwin Ramadana dkk latihan bersama PS Bank
Sumut lalu. Wartawan dan kameramen dari Al Jazeera terus memfokuskan lensanya ke arah beberapa mantan pemain
PSMS yang berlatih disana. Jadwalnya, mereka juga akan meminta komentar beberapa manajemen tersisa.</div><div><br></div><div>"Kepada siapa saja, Saya mau berbagi soal hak kami yang belum dibayarkan. Sekalipun kepada media luar negeri," bilang Irwin. Namun menjadi pertanyaan baginya, kenapa televisi luar negeri yang tertarik? "Harusnya ini menjadi fokus utama di nasional. Apalagi soal pengaturan dan tak dibayarnya gaji kami," sambungnya.</div><div><br></div><div>Pamor
PSMS Medan bersama Indra Sakti Harahap semakin menurun. Selain gagal menembus babak delapan besar, malah tim disusupi cukong dan gaji pemain yang tak dibayar. </div><div><br></div><div>Parahnya, percobaan pengaturan skor ini malah datang dari Heru Pramono. CEO yang baru diangkat Indra Sakti Harahap di putaran kedua ini membawa cukong masuk ke penginapan dan meminta tim menyerah. (
Bolahita)</div>