BOLAHITA, MEDAN - Pasca mundurnya Agung Prasetyo, praktis
PSMS Medan kini hanya memiliki 19 pemain.
Sesuai yang diperkenalkan manajemen kemarin di Stadion Kebun Bunga.
Jumlah ini pastinya belum cukup dan membuat
PSMS harus berburu 6 pemain lagi sebelum mengarungi kompetisi sesungguhnya.
Hal tersebut diungkapkan pelatih
PSMS Medan, Ansyari Lubis kepada awak media, saat menggelar latihan fisik di Lapangan Jasdam, Gaperta, Rabu (31/3/2021) pagi.
"Saat ini kita memiliki 19 pemain yang telah dikontrak, artinya untuk mengarungi kompetisi yang panjang kita masih butuh lima hingga enam pemain. Tapi kan masih berproses, tidak terlampau terburu-buru. Selesai piala Menpora, izin juga belum keluar, intinya kita harus memanage ini dengan hati-hati lah," sebut pria yang akrab disapa Uwak itu.
Disinggung mengenai nama pemain yang ingin diburu dan posisi krusial yang dibutuhkan timnya saat ini, Uwak menyebutkan hampir semua lini.
"Ada beberapa nama yang jadi masukan bagi kita. Tapi kita harus selektiflah, artinya jangan sampai datang pemain, sampai di sini tidak sesuai ekspektasi, benar-benar rekruitmen yang pas dan punya nilai pembeda bagi tim," ucap Ansyari Lubis.
"Untuk posisi krusial yang kita butuhkan sebenarnya di setia posisi kita butuh, tapi yang kita butuh pemain depan, tengah sebagai pengatur serangan dan pemain belakang. Terutama posisi kiper, karena sejauh ini kita masih memiliki dua kiper Herlian dan Abdul Rohim. Untuk kompetisi setidaknya kita harus punya tiga penjaga gawang," ucapnya.
Untuk jadwal latihan, Uwak menyebutkan jika saat ini timnya intens menggelar latihan baik jasmani maupun taktikal tim.
"Kita sekarang sudah intens latihan terutama fisik dan kekompakan tim. Untuk progresnya saat ini fisik pemain cukup bagus namun akan terus kita tingkatkan hingga selesai lebaran nanti," Ansyari Lubis.
Sampai saat ini ada sejumlah pemain Liga 1 yang memastikan komit berkostum hijau-hijau, di antaranya Ghozali Siregar, I Gede Sukadana, Diego Banowo serta pemain yang tetap setia seperti Paulo Sitanggang , Rachmat Hidayat dan Abdul Rohim.