Berpotensi Kena Sanksi, Pelatih Persipura Minta Keadilan
Persipura juga meminta PSSI Mengevaluasi Kinerja Wasit Sigit Budiyanto
JAKARTA - Kekecewaan besar memayungi Persipura Jayapura, pasca kalah dari Bali United pada pekan ke-11 Liga 1 di Stadion Sultan Agung Bantul, Jumat (5/11/2021) kemarin.
Kekecewaan itu datang dari kepemimpinan wasit yang memimpin laga tersebut.
Karena merasa dirugikan hingga berbuntut kekalahan, Persipura Jayapura meminta keadilan.
Keadilan adalah bagaimana PSSI bergerak untuk mengevaluasi kinerja wasit. Persipura dengan tegas menyatakan keberatannya atas kepemimpinan Sigit Budiyanto.
Dimana dalam pertandingan yang dipimpin wasit asal DKI Jakarta itu, Persipura kalah 0-1 dari gol Ricky Fajrin pada menit 97.
Gol tercipta melebihi batas masa tambahan waktu 4 menit.
"Soal gol lawan, saya sulit bicara. Karena pertandingan sebenarnya sudah berakhir (menit 94). Makanya saya datangi (wasit keempat untuk mengingatkan)," kata Jacksen F Tiago pelatih Persipura saat memberi keterangan pers usai pertandingan usai.
Di sisi lain, Jacksen juga sadar atas sikapnya yang telah melanggar regulasi.
Karena di sepanjang pertandingan, ia tampak beberapa kali melancarkan protes keras kepada wasit dan keluar dari area teknik bangku cadangan.
Tentu ini menimbulkan potensi sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Apalagi, Persipura juga dikenai ganjaran kartu merah dua kali untuk Irsan Lestaluhu dan Rivaldo Todd Ferre.
"Soal (potensi sanksi Komdis), saya pasti sadar. Tapi saya minta, harus dua sanksi jika memang demikian. Itu lebih adil, karena kami selalu menghormati keputusan wasit," harap Jacksen.
"Saya harap pertandingan ini menjadi perhatian besar. Tak hanya (kemungkinan) sanksi Komdis (dari klub), tapi juga dari Komisi Wasit," pungkas Jacksen.
What's Your Reaction?