Catatan Suporter; Please God Save PSMS
Catatan Suporter; Please God Save PSMS
Dualisme yang terjadi di PSMS juga tidak lepas dengan irama carut marutnya induk organisasi sepakbola Indonesia (PSSI). PSMS ISL yang notabene lebih banyak didukung oleh suporter juga tidak banyak membantu masalah finansial. Sampai detik ini gaji para pemain yang merupakan hak pemain belum juga terlunasi, padahal kompetisi sudah lama berakhir.
Buruknya manajemen yang hanya mengharapkan dana dari sponsor tidak dapat membantu masalah keuangan klub. Bahkan beberapa kelompok suporter merelakan turun ke jalan untuk meyakinkan para pemain bahwa mereka siap mendukung tim dalam keadaan terjatuh sekalipun, tapi sebaliknya pengurus tidak berani transparan dengan pemasukan tiket kandang padahal banyak pertandingan kandang PSMS membuat penuh Stadion Teladan.
Beda dengan PSMS ISL, PSMS IPL juga mengalami masalah yang sama buruknya. Tidak mampunya konsorsium LPI untuk menandanai klub memaksa pengurus PSMS IPL berhutang. Malahan beberapa pengurus terus dikejar penagih hutang yang dananya digunakan untuk mendanai klub.
Padahal konsorsium diawal kompetisi menjanjikan kompetisi tidak akan tersendat karena masalah dana. Indra Sakti Harahap ketua umum versi Rapat Umum Luar Biasa (RULB) yang diadakan Forum Klub Pemilik PSMS mengklaim sebagai pengurus resmi PSMS Medan sekarang.
Dengan alasan kepengurusan PSMS Medan ditangan Idris dkk dinilai gagal. Sementara itu dikubu pengurus lama Idris mempertanyakan legalitas hasil Rapat Umum Luar Biasa (RULB). Jujur saya pribadi tidak dapat membedakan mana pengurus yang tulus untuk mengembalikan kejayaan PSMS Medan.
Sebagai suporter ada secercah harapan saya kepada beberapa kelompok suporter PSMS untuk bergabung mendesak pengurus menyelesaikan masalah klasik ini. Tetapi keadaan yang terjadi sekarang, suporter juga masih belum mau duduk bersama hanya demi kebaikan PSMS Medan kedepannya.
Pergerakan yang dilakukan hanya dilakukan individual kelompok, belum pergerakan kolektif seluruh elemen kelompok suporter. Mungkin beberapa suporter PSMS merasakan yang apa saya rasakan saat ini yaitu jengah.
Apapun masalah yang mendera PSMS Medan saya akan tetap mendukung dan rela menunggu kejayaan itu bakal bangkit kembali. Pembinaan yang dulu banyak melahirkan pemain-pemain top dapat terulang kembali.
Beberapa elemen yang berpengaruh dapat berpikir untuk menyelamatkan PSMS Medan. Bila memang masalah ini tidak dapat terselesaikan, sebagai manusia beragama saya punya satu permintaan kepada tuhan saya “Please God Save PSMS“. (catatan Danil Suhada/Bolahita)
Ingin curhat PSMS, silahkan E-mail kami di bola.hita@yahoo.com
What's Your Reaction?