Colly Misrun : Pemain Sudah Berusaha, Kami Minta Maaf 

Colly Misrun : Pemain Sudah Berusaha, Kami Minta Maaf 

Colly Misrun : Pemain Sudah Berusaha, Kami Minta Maaf 
Colly Misrun (kanan) pelatih tim sepakbola Sumut yang melanjutkan tongkat estafet dari Suharto AD

JAYAPURA - Tim Sepakbola Sumatera Utara gagal melaju ke semifinal usai ditaklukkan tuan rumah Papua dengan skor 2-0 dalam laga terakhir Grup D babak enam besar PON XX Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Minggu (10/10).

Hasil itu membuat Papua melaju ke semifinal dengan predikat juara grup dengan mengumpulkan 6 poin hasil dua laga. Berhak mendampingi Papua ke semifinal adalah Aceh yang di laga sebelumnya meraih kemenangan atas Sumut dengan skor 2-1. 

Berbarengan dengan hasil tersebut, di Grup E Jawa Timur menang 2-0 atas Jawa Barat. Hasil itu membuat Jatim lolos sebagai pemuncak Grup E. Di semifinal, Papua akan bertemu Kaltim sedangkan Jatim menghadapi Aceh.

Pelatih Tim Sepakbola Sumut, Colly Misrun, mengatakan timnya sudah berjuang maksimal, namun hasilnya belum sesuai harapan. Menurutnya, kegagalan ini harus menjadi pelajaran berharga untuk Sumut mempersiapkan tim sepakbola yang lebih baik lagi pada PON mendatang.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat Sumut belum bisa memberikan yang terbaik. Anak-anak sudah berjuang, tapi hasilnya belum seperti yang diharapkan. Kegagalan ini harus jadi pelajaran bahwa untuk ke depan kita harus mempersiapkan tim lebih baik lagi,” ucap Colly.

Colly menyebutkan, Jawa Timur yang berhasil melaju ke semifinal, punya persiapan tiga setengah tahun. “Jadi persiapan tim yang matang itu sangat penting. Pada PON yang akan datang kita akan jadi tuan rumah bersama Aceh, tentu tim sepakbola Sumut harus lebih siap lagi,” katanya. 

Melawan tuan rumah dengan mengusung misi wajib menang, Sumut kembali diperkuat gelandang serang andalannya Kevin Armedyah ang saat melawan Aceh harus absen karena kena sanksi kartu merah. Sumut juga diperkuat kiper Muhammad Irfan yang sudah puluh dari cedera.

Tempo pertandingan berlangsung relatif lambat dan peluang berbahaya pertama lahir pada menit ke-18 dari sepakan bek sayap Papua I Nyoman Nikson Ansanay yang merangsek ke dalam kotak penalti Sumut, sayang bola masih bisa dihalau kiper Muhammad Irfan.

Sejak serangan itu, perlahan Papua semakin percaya diri menggempur pertahanan Sumut, tetapi peluang-peluang yang diciptakan Arudy Uopdana, Samuel Gideon Balinsa maupun Alpons Migau masih belum membuahkan gol.

Sumut berusaha memberikan perlawanan, tapi bangunan serangan mereka lebih sering patah bahkan sebelum memasuki sepertiga akhir pertahanan Papua.

Buntunya lini depan Papua, memaksa Eduard mengirim masuk Ricky Ricardo menggantikan Salvador Ayomi pada menit ke-35, sayangnya sang kapten belum mampu mengubah kedudukan 0-0 hingga waktu turun minum.

Hal itu tidak lepas dari aksi gemilang Muhammad Irfan melakukan empat tembakan beruntun dari Ricky Cawor, Arody Uopdana dan Rafiko Nawipa pada awal injury time babak pertama.

Memasuki babak kedua, Sumut tampil lebih agresif dalam melancarkan serangan serta cukup jeli melihat celah-celah kesalahan Papua.

Papua nyaris membuka keunggulan saat Samuel Gideon melepaskan eksekusi tendangan bebas yang sayangnya bisa ditepis oleh Muhmmad Irfan.

Namun hasil sepak pojok dari situasi itu bisa dikirimkan oleh Samuel Gideon dan disambut sontekan Marthin Alesandro yang memecah kebuntuan serta membawa Papua memimpin 1-0 atas Sumut pada menit ke-65.

Gol itu membuat Papua kian percaya diri melancarkan serangan dan nyaris menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-73 setelah Ricky Ricardo meliuk-liuk memperdaya bek Sumut, sayang tembakan penyelesaiannya yang melengkung berakhir menghantam mistar gawang.

Di ujung lapangan berbeda lima menit berselang tercipta kemelut hasil situasi sepak pojok Sumut, yang sayangnya belakangan bisa disapu oleh para pemain Papua.

Tepat di pengujung waktu normal, Papua berhasil melengkapi kemenangan mereka menjadi 2-0 berkat gol Arody Uopdana yang menyambar bola muntah hasil penyelamatan tak sempurna Muhammad Irfan atas sepakan voli Rafiko Nawipa.