Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Operator Kuatir Liga Kembali Tanpa Penonton
Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Operator Kuatir Liga Kembali Tanpa Penonton
MALANG - Kasus positif Covid-19 melonjak kembali dan ini membuat kecemasan tersendiri bagi PT LIB sebagai operator Liga Indonesia.
Tentu ini mejadi ancaman jika kompetisi tetap digulirkan dengan catatan tanpa penonton kembali. Sehingga PT LIB belum dapat memastikan apakah penyelenggaraan Liga 1 musim 2022 bakal dihadiri penonton atau tidak.
"Kalau soal penonton dari Piala Presiden jadi acuan bagaimana nanti penonton hadir, seperti kemarin kan pemerintah mensyaratkan di Piala Presiden 75 persen," kata Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita saat meninjau penyelenggaraan Perempatfinal Piala Presiden 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu (2/7/2022).
PT LIIB juga belum dapat memastikan apakah izin penyelenggaraan Liga 1 musim 2022 dengan penonton mendapat lampu hijau dari pemerintah. Saat ini, LIB tengah mematangkan draf penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dengan menggandeng klub melalui pertemuan manajer secara virtual, pada pekan depan.
Situs Betting Online Resmi Indonesia. Pasaran Terbaik, Layanan 24/7, Resmi

"Kita sudah berkomunikasi ke kepolisian untuk minta izin (penyelenggaraan Liga 1 dengan penonton) draf jadwal sudah kita sampaikan, tapi tentunya nanti draf itu nanti seperti apa rekomendasinya akan kita olah setelah diskusinya dengan pihak kepolisian. Rencana minggu depan ada rencana manager meeting, nanti kita akan undang secara virtual saja, karena masing-masing pada sibuk di venuenya masing-masing," jelasnya.
Dirinya berharap dari hasil pertemuan antara PSSI, PT LIB, dan seluruh tim peserta Liga 1, ada keputusan yang diambil mengenai kepastian kompetisi, termasuk bila mana ada kenaikan kasus Covid-19 subvarian Omicron yang mulai terjadi.
"Apakah tetap seperti itu (Liga 1 berjalan dengan dihadiri penonton) akan kita lihat, kalau kita lihat Omicron atau varian - varian baru itu nanti juga akan menjadi acuan juga. Karena itu kita masih berharap tidak ada hal yang tidak diinginkan di Liga 1 dan Liga 2 ini," tukasnya.
Sekadar mengingatkan bahwa sebelumnya imbas dari pandemi Covid-19, Liga 1 musim 2021 lalu digelar tanpa penonton dengan menggunakan sistem bubble atau penyelenggaraan di suatu wilayah dalam, waktu tertentu, tanpa format kandang dan tandang. Sedangkan Liga 1 musim 2020 terpaksa ditiadakan karena badai Covid-19 yang masuk Indonesia sejak Maret 2020.
What's Your Reaction?