PSMS Bersatu dan Harus Satu
PSMS Bersatu dan Harus Satu
Kemudian versi kedua Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang dipimpin Idris SE telah menemukan calon ketua umum baru untuk dilantik. Intinya keduanya pun sama-sama mau membentuk PSMS.
Saktiawan Sinaga menyadari nasib PSMS Medan diujung tanduk. Kisruh dualisme yang tak berkesudahan membuat tim berjuluk Ayam Kinantan ini semakin tak bertaji.
Bahkan musim ini terancam absen berkompetisi. Faktor financial membuat tim asal Kota Medan ini memiliki banyak utang. Mulai dari musim Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama PT LI yang belum dibayarkan. Jika ditotal dari dua musim itu hampir Rp9 Miliar. Belum termasuk gaji pemain PSMS LPIS yang tak jelas soal kontraknya.
"Sebenarnya PSMS itu tak bermasalah, hanya manusia yang mengurusinya membuat masalah. Mereka harus memperbaiki kualitas diri, jangan egois. Biarkan PSMS maju sama siapa saja yang mau bertanggung jawab sama pemain," bilang Saktiawan Sinaga yang musim lalu memperkuat PSMS LPIS.
Menurut Sakti - panggilan akrabnya PSMS itu bukan milik mantan PSMS, pengurus atau Pemko Medan sekalipun. "PSMS itu punya kita semua, makanya harus bersatu padu. Jangan hanya memikirkan materi di PSMS. Itulah yang membuat salah satu terjadinya kondisi saat ini," bilangnya.
"Hancurnya PSMS juga tak terlepas dari sikap anggota klub PSMS. Itu tak bisa dipungkiri akibat menduanya suara mereka. Maka terciptalah dualisme," sambungnya. Saktiawan berharap, kedua kepengurusan PSMS yang ada saat ini benar-benar bersatu. Sehingga pelan-pelan, Kota Medan maju. Mulai membayar utang dan sanggup menggaji pemain hingga berprestasi. "Bersatulah para pengurus, buat apa egois. Pikirkan kemajuan PSMS," pungkasnya.
What's Your Reaction?