Putu Gede Soal Tragedi Kanjuruhan: Rasanya Gak Percaya

Oct 5, 2022 - 09:20
Oct 5, 2022 - 09:20
 0
Putu Gede Soal Tragedi Kanjuruhan: Rasanya Gak Percaya

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

BOLAHITA.ID, MEDAN - Pelatih PSMS Medan, I Putu Gede tak bisa menutupi kesedihannya atas Tragedi Kanjuruhan pada tanggal 1 Oktober 2022 lalu.

Sebagai pelatih sepakbola dan eks pemain yang pernah menjadi bagian dari skuat Arema FC, Tragegi Kanjuruhan sangat memilukan. Sebanyak 125 orang meninggal dan hampir semuanya Aremania serta ratusan luka-luka. 

I Putu Gede pun merasakan duka itu. Meski saat ini jauh merantau sebagai Pelatih PSMS, perhatian Putu saat ini tertuju ke Malang.

M11bet Situs Online Resmi Indonesia

Bagi Putu, Arema dan Aremania adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya di sepak bola. "Saya sangat prihatin. Saya turut berbelasungkawa atas meninggalnya rekan-rekan Aremania," kata Putu, Selasa (4/10/2022)

Tentu saja Arema FC dan Aremania mendapat tempat tersendiri di hati Putu. Sembilan musim Putu berkarier sebagai pemain di klub berjuluk Singo Edan itu. Sejak 1999, pria kelahiran Denpasar ini adalah salah satu gelandang andalan Arema. 

Dua gelar Piala Indonesia dipersembahkannya untuk arek-arek Malang. Maka, ketika mendengar tragedi itu, Putu juga tak kuasa menahan kesedihannya. "9 musim saya di Arema. Sangat (berkesan), gara-gara main di Arema saya juga perkuat timnas. Berkat Arema saya bisa seperti ini," beber Putu.

Putu juga punya kesan yang positif soal Aremania. Menurutnya Aremania sejak dulu dikenal kreatif dan tidak identik dengan kerusuhan.

"Jadi suporter Arema FC itu salah satu kelompok suporter di Indonesia the best-lah. Aremania itu salah satu kreativitas yang menjadi panutan, makanya waktu kejadian semalam itu saya juga nggak percaya," kata Putu.

Menurutnya meskipun Arema kalah dulu, Aremania tak pernah membuat kerusuhan. "Enggak (masuk lapangan), apalagi suporter yang ada di kota," beber Putu.

Selain itu Putu menyesalkan penggunaan gas air mata. Hal yang diduga memicu banyaknya korban jatuh.  "Ya soal itu mungkin penyelenggara gak tahu ada statuta itu. Dulu saya juga pernah mengalami saat jadi pemain. Dari jauh di tribun saja (gas air mata) terasa di lapangan. Apalagi langsung. Itu yang sangat saya sesalkan. Dari cerita-cerita Aremania beberapa pintu gak terbuka," ucap mantan pelatih PSS Sleman itu.

Menurut Putu menduga aturan FIFA soal pengamanan pertandingan itu tidak semua diketahui orang. Termasuk penyelenggara. "Itu saya pikir tidak semuanya tahu," pungkasnya.

View this post on Instagram

A post shared by M11bet (@m11bet)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow