Stefano Cugurra, Arsitek Tiga Gelar Liga 1 yang Akan Tinggalkan Bali United

Stefano Cugurra Dan 5 Pelatih Asing Dengan Statistik Terbaik Di Era Liga 1

May 1, 2025 - 09:32
May 1, 2025 - 09:33
 0
Stefano Cugurra, Arsitek Tiga Gelar Liga 1 yang Akan Tinggalkan Bali United

BOLAHITA - Stefano Cugurra, atau yang lebih dikenal dengan nama Teco, telah menorehkan jejak cemerlang di kancah Liga 1 Indonesia. Pria asal Brasil ini sukses mengantar dua klub besar, Persija Jakarta dan Bali United FC, meraih gelar juara kasta tertinggi sepak bola nasional.

Kiprah Teco di Indonesia dimulai sejak 2004 saat menjadi pelatih fisik Persebaya Surabaya.

Namun, namanya baru benar-benar mencuat ketika dipercaya menukangi Persija Jakarta pada akhir 2017. Di musim pertamanya bersama Macan Kemayoran, ia sukses memutus dahaga gelar selama 17 tahun dengan membawa Persija menjuarai Liga 1 2018.

Pada Januari 2019, Teco hijrah ke Bali United. Keputusan itu langsung berbuah manis. Ia membawa Serdadu Tridatu menjadi juara Liga 1 musim 2019, sekaligus mencatat sejarah sebagai klub Bali pertama yang menjuarai liga Indonesia.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Hebatnya, Teco kembali mengantar Bali United menjuarai Liga 1 musim 2021/2022. Dengan demikian, total ia telah meraih tiga gelar Liga 1 secara beruntun—satu bersama Persija dan dua lainnya bersama Bali United.

Selama kariernya di Liga 1 sejak 2017, Teco telah memimpin 222 pertandingan, meraih 118 kemenangan, 52 kali imbang, dan 52 kekalahan. Khusus bersama Bali United, ia mencatatkan 188 laga dengan 97 kemenangan, 41 hasil seri, dan 50 kekalahan.

Teco menjadi pelatih asing pertama yang sukses menjuarai Liga 1 bersama dua klub berbeda. Prestasi ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah kompetisi tersebut.


Namun, kebersamaan Teco dengan Bali United segera berakhir. Seusai laga melawan Persib Bandung pada April 2025, ia menyampaikan pernyataan resmi kepada publik.

“Saya ingin menyampaikan kepada suporter Bali United bahwa sejak datang pada 2019, saya punya tanggung jawab atas hasil tim—menang, seri, atau kalah. Saya sudah berbicara dengan manajemen bahwa tugas saya selesai musim ini. Saya ingin memberikan yang terbaik di lima laga tersisa dan memberi waktu bagi manajemen untuk mempersiapkan pelatih baru musim depan,” ujar Teco.

Selain Teco, sejumlah pelatih asing juga menunjukkan prestasi gemilang di Liga 1. Di antaranya:

  • Robert Alberts, pelatih asal Belanda, pernah membesut PSM Makassar dan Persib Bandung. Bersama Persib, ia mencatat 43 kemenangan dan 18 kekalahan dari 86 laga. Sementara di PSM, ia meraih 37 kemenangan dan 20 kekalahan.

  • Paul Munster, pelatih asal Irlandia Utara, menunjukkan konsistensi tinggi. Dari 94 laga bersama Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya, ia hanya kalah 19 kali dan menang 46 kali.

  • Bernardo Tavares, juru taktik PSM Makassar, memimpin 93 laga dengan torehan 41 kemenangan dan hanya 19 kekalahan.

  • Bojan Hodak, pelatih Persib Bandung, tampil impresif. Dalam 61 pertandingan di Liga 1, ia hanya menelan 5 kekalahan—rekor yang sulit disaingi.

  • Thomas Doll, pelatih asal Jerman, telah memimpin 66 laga bersama Persija di musim reguler Liga 1 dengan catatan 31 kemenangan, 17 imbang, dan 18 kekalahan.

Teco dan deretan pelatih asing di atas menjadi bukti bahwa Liga 1 Indonesia semakin kompetitif dan diminati oleh pelatih-pelatih berkelas dunia. Masa depan kompetisi ini pun kian menjanjikan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow