Rombongan
PSMS Medan yang terdiri dari pemain, pelatih dan official dipastikan gagal menghadiri undangan PSSI hari ini. <div><br></div><div>Karena tidak memiliki uang membeli tiket pesawat, punggawa Ayam Kinantan gagal memberikan keterangan terkait percobaan pengaturan skor dan gagal berangkat ke Bengkulu lalu. </div><div><br></div><div>Bukannya tim tidak membuka komunikasi soal keberangkatan tersebut. Pelatih Suharto AD sudah berulangkali menelepon dan mengirimkan short mesage service (SMS) ke ketua umum. </div><div><br></div><div>Begitu juga kepada Yusrizal wakil sekretaris umum PSMS, sosok yang diintruksikan Indra Sakti Harahap mengantar surat tersebut tak memberikan jawaban. </div><div><br></div><div>"Heran juga kenapa telepon dan sms saya tidak dibalas ketum. Termasuk Yusrizal, apa kapasitas dia sebagai wasekum di
PSMS hanya sebagai pengantar surat saja. Masa enggak bisa memberikan jawaban atau setidaknya berkoordinasi dengan ketum soal ini," kata Suharto AD pelatih. </div><div><br></div><div>Sikap cuek yang diberikan jajaran elit pengurus
PSMS ini pun dianggap sebagai bukti. Bahwa dalam jiwa pengurus, tidak memiliki sportivitas. </div><div><br></div><div>"Kalau memang mereka sportif dan gentle, pasti akan bertemu dengan kami. Membahas persoalan ini, apa yang harus dilakukan. Ini enggak, seperti ketakutan, ada disembunyikan," tanya Suharto. Sampai hari ini, seluruh punggawa
PSMS masih belum dihubungi oleh pengurus. (
Bolahita)</div>