Problem di Sektor Pertahanan

Problem di Sektor Pertahanan

Problem  di Sektor Pertahanan
Tambun dan Irfandi, dua pemain eks Produta yang bersinar di PSMS
Ujian sesungguhnya dari PSDS Deliserdang di Stadion Kebun Bunga kemarin, belum sepenuhnya mulus dilalui punggawa PSMS Medan. Meskipun menang dengan skor telak 4-1, pelatih Suharto AD masih melihat problem lanjutan dalam 45 menit babak kedua.<div><br></div><div>Khususnya di sektor pertahanan, Suharto menilai masih melahirkan catatan. Begitu juga dengan koordinasi bermain di babak kedua, sudah tak sebaik dengan babak pertama.</div><div><br></div><div>"Pelan-pelan tim ini terus memiliki grafik perkembangan yang membaik. Pemain sudah mulai memahami, simulasi yang kita latih. Skema bermain dengan wingplay yang kita harapkan sudah berjalan di babak pertama," kata Suharto. </div><div><br></div><div>Dua kreator penyerang sayap yang diperankan Ade Candra Kirana dengan Riko Simanjuntak berjalan. Tambun Naibaho yang diplot sebagai striker tunggal tak sendirian. Dukungan Safrial Irfandi membuat pergerakannya mampu membuka ruang.</div><div><br></div><div>Terbukti di babak pertama, empat gol (2 dari Ade Candra Kirana, 1 dari Tambun Naibaho dan Safrial Irfandi) membawa PSMS unggul dengan dominasi permainan yang membaik. </div><div><br></div><div>Sayang apiknya permainan di babak pertama tak berlanjut di babak kedua. Justru permainan Affan Lubis dkk hilang. Tak ada lagi pressure atau juga transisi aktif pemain yang dijalankan. Banyak pemain lawan yang bebas saat memasuki daerah pertahanan. </div><div><br></div><div>"Inilah evaluasi yang muncul dan harus kita perbaiki. Tapi semoga dengan kehadiran Moise di sektor pertahanan akan mengurangi permasalahan,"pungkasnya. (Bolahita)</div>