KONI Pusat Tekankan Pembinaan Atlet Muda Sebagai Prioritas Utama
Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, mewakili Ketua Umum KONI Pusat dalam sambutannya mengatakan bahwa pembinaan atlet usia dini KONI daerah perlu menyesuaikan pola pembinaan dengan ketentuan usia yang berlaku pada masing-masing cabang olahraga.
BOLAHITA.ID - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai memfokuskan langkah dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Persiapan tersebut menjadi agenda utama dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jatim yang dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Rabu (24/6).
Rakerprov diikuti oleh 77 pengurus cabang olahraga (cabor) serta 38 KONI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dalam forum tahunan ini, dilakukan evaluasi program kerja tahun 2025 sekaligus penyusunan strategi pembinaan olahraga prestasi untuk tahun 2026.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Pusat, menekankan pentingnya penyesuaian pola pembinaan atlet usia dini sesuai ketentuan masing-masing cabang olahraga. Ia meminta agar pembinaan atlet muda menjadi prioritas utama guna memastikan regenerasi berjalan optimal.
Menurutnya, KONI Pusat telah menyiapkan sejumlah data dan rekomendasi yang perlu menjadi perhatian daerah, terutama dalam hal penjaringan serta pengembangan atlet usia dini secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi atas capaian prestasi yang telah diraih KONI Jatim bersama seluruh cabang olahraga dan KONI daerah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa penguatan pembinaan atlet usia dini harus terus ditingkatkan.
View this post on Instagram
Khofifah menilai banyak cabang olahraga kini menerapkan batasan usia dalam ajang PON, sehingga proses pencarian dan pembinaan bakat harus dimulai lebih awal. Ia juga mendorong pendampingan atlet muda dilakukan secara lebih intensif agar prestasi olahraga Jawa Timur tetap terjaga.
Selain itu, Khofifah mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang rutin digelar dua tahun sekali sebagai sarana menjaring atlet potensial dari seluruh daerah di Jawa Timur. Ia berharap Rakerprov mampu melahirkan langkah konkret dalam menghadapi berbagai agenda besar, mulai dari Porprov, PON, hingga Olimpiade.
Sementara itu, Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan olahraga di Jawa Timur harus mulai serius mempersiapkan diri menghadapi PON XXII Tahun 2028 di NTB dan NTT.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan atlet berprestasi membutuhkan proses panjang, sehingga persiapan harus dilakukan sejak dini melalui program pemusatan latihan daerah (Puslatda) serta pembinaan berkelanjutan di setiap cabang olahraga.
Menurut Nabil, target utama KONI Jatim adalah meraih hasil yang lebih baik pada PON 2028. Karena itu, seluruh cabang olahraga diminta segera menyiapkan atlet terbaiknya sejak sekarang.
Dalam kesempatan tersebut, Nabil juga memaparkan sejumlah capaian olahraga Jawa Timur sepanjang 2025. Atlet-atlet Jatim menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia di berbagai ajang internasional, bahkan beberapa di antaranya berhasil meraih gelar juara dunia.
Di tingkat nasional, Jawa Timur menempati posisi ketiga pada ajang PON Beladiri, di bawah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Meski hanya mengirimkan 79 atlet, tingkat efektivitas perolehan kemenangan mencapai lebih dari 78 persen.
Meskipun demikian, KONI Jatim tidak ingin cepat berpuas diri. Sejumlah agenda besar telah menanti, di antaranya PON Beladiri 2026, PON Pantai 2026, serta Babak Kualifikasi (BK) PON 2027 yang menjadi tahap penting menuju PON 2028.
What's Your Reaction?